Repelita Jakarta - Tokoh pendidikan dari kabinet bayangan yakni Iman Zanatul Haeri memberikan tanggapan serius mengenai insiden keracunan massal.
Perhatian khusus tersebut ia tunjukkan menyusul kabar mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami oleh seorang siswi pelajar sekolah menengah kejuruan.
ADVERTISEMENT
Korban yang menjadi sorotan publik luas tersebut bernama Febiola Br Purba yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berat.
Melalui saluran komunikasi digital pribadi di platform media sosial X miliknya, Iman mengaku sangat terpukul.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @imanzanatul
pada Selasa, 8 September 2026.
Dalam pesan singkat yang dibagikannya kepada publik, ia menyampaikan rasa duka mendalam atas penderitaan korban.
Nyesek ya baca berita, tulis Iman Zanatul dikutip Selas (8/9).
Febiola, korban keracunan MBG yang sampai saat ini masih dirawat, 70% ingatannya hilang, jelasnya.
Berdasarkan penelusuran latar belakang, remaja putri tersebut sebenarnya dikenal memiliki rekam jejak akademik yang sangat membanggakan di sekolah.
Di usianya yang menginjak enam belas tahun, ia selalu berhasil menduduki peringkat teratas dalam setiap ujian kelas.
Selain unggul dalam bidang pelajaran, ia juga aktif berorganisasi dan memegang posisi penting sebagai wakil ketua pengurus sekolah.
Namun perjalanan hidupnya mendadak berubah drastis setelah ia diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis.
Sejak pertengahan bulan Agustus tahun 2026 lalu, ia harus berjuang melawan penyakit serius dan berpindah-pindah fasilitas kesehatan.
Dampak dari insiden tersebut sangat fatal karena korban dilaporkan kehilangan sebagian besar kemampuan mengingatnya secara drastis.
Keluarga korban yang berasal dari latar belakang sederhana kini harus terus mendampingi proses penyembuhan medis yang panjang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok