Berita, Nasional

FBI Terciduk Masuk Gedung Polri, Diduga Ikut Cek Sitaan Duit Korupsi Milik Febrie Adriansyah

Repelita.net

14 July 2026 21:59 WIB • 817 view

FBI Terciduk Masuk Gedung Polri, Diduga Ikut Cek Sitaan Duit Korupsi Milik Febrie Adriansyah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kedatangan tamu istimewa yang memicu spekulasi publik terkait kasus korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.


ADVERTISEMENT

Rombongan yang diidentifikasi sebagai agen Federal Bureau of Investigation serta Secret Service Amerika Serikat terpantau memasuki markas penyidikan tersebut.


Kehadiran tim intelijen asing ini diduga kuat berkaitan dengan agenda verifikasi terhadap tumpukan uang tunai hasil sitaan aparat penegak hukum.


Momen kedatangan pihak asing itu tersebar melalui unggahan media sosial yang menggambarkan aktivitas mereka di lokasi penyidikan pada Selasa, 14 Juli 2026.


Akun Instagram @undercover.id melaporkan dalam unggahannya:

FBI dan Secret Service AS mengecek uang sitaan terkait kasus korupsi Febrie Adriansyah.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan konfirmasi mengenai pelibatan berbagai otoritas internasional dalam memproses barang bukti sitaan tersebut.


Pihak kepolisian merasa perlu mengundang delegasi Amerika dan Singapura untuk memastikan keaslian mata uang asing yang ditemukan dalam jumlah besar.


Budi Hermanto menerangkan teknis pemeriksaan barang bukti tersebut:

Ini ada uang US dollar, Singapore dollar, Rupiah, termasuk emas batangan.


Jadi nanti akan dilakukan uji terkait tentang Singapore dollar, US dollar dari FBI dan Kedutaan Amerika, termasuk dari Kedutaan Singapura dan Bank Indonesia.


Keterlibatan FBI dan Secret Service ini mempertegas betapa seriusnya proses pembuktian harta bernilai ratusan miliar rupiah yang menyeret Febrie Adriansyah.


Penyitaan harta dalam jumlah fantastis tersebut merupakan hasil dari penggeledahan di berbagai lokasi strategis di Jakarta dan Bogor.


Penyidik terus berupaya merangkai bukti-bukti dari kasus dugaan korupsi di PLN, PT Asabri, hingga sengketa utang PT CBS dan PT KNI.


Hingga saat ini, proses pendalaman tindak pidana pencucian uang masih terus berjalan secara intensif untuk membongkar tuntas aliran dana haram tersebut. (*)


Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung