Berita, Nasional

Erizal: Jangankan Termul, Jokowi dan Gibran Mungkin Tak Ada Andai Tak Ada JK

Repelita.net

20 April 2026 19:54 WIB • 851 view

Erizal: Jangankan Termul, Jokowi dan Gibran Mungkin Tak Ada Andai Tak Ada JK
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Erizal, seorang pengamat politik, menilai bahwa pernyataan Jusuf Kalla tentang perannya dalam kesuksesan Jokowi bukanlah sekadar klaim kosong.

Menurut Erizal, jangankan para termul yang kerap menyerang JK, posisi Jokowi sebagai presiden dan Gibran sebagai wapres pun mungkin tidak akan pernah ada jika tidak ada peran JK.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu muncul setelah JK dilaporkan atas dugaan penistaan agama akibat potongan video ceramahnya yang viral di media sosial.

Erizal menilai bahwa JK sebenarnya bermaksud baik ketika melaporkan Rismon dan empat akun lainnya.

Tujuannya agar tuduhan bahwa JK sebagai penyandang dana kasus ijazah Jokowi tidak melebar ke mana-mana.

JK juga meminta Jokowi membuka saja ijazahnya agar kasus yang sudah sangat melelahkan ini dapat segera berakhir.

Namun sayangnya, menurut Erizal, maksud baik JK itu tidak ditangkap dengan baik oleh Jokowi maupun para pendukungnya.

Petinggi Projo dan PSI hampir senada mengatakan bahwa yang menjadikan Jokowi presiden adalah rakyat, bukan JK.

Erizal menilai pernyataan itu memang tidak salah, tetapi maksud JK sebenarnya bukan untuk mengadu domba.

Benar bahwa Jokowi dipilih oleh rakyat, tetapi kontribusi JK terhadap keterpilihan Jokowi juga sangat besar.

Erizal menegaskan bahwa para termul harus sadar dan mengakui kontribusi JK terhadap Jokowi.

Mana mungkin Jokowi dulu menang melawan Prabowo-Hatta jika bukan karena JK yang menjadi pasangannya.

Bahkan posisi Gibran sebagai wakil presiden saat ini pun, kata Erizal, seharusnya masih ada jasa JK di dalamnya.

JK melaporkan pihak yang memfitnahnya, tetapi justru JK pula yang diserang dan dianggap cemen.

Padahal Jokowi sendiri juga pernah melaporkan orang dengan dasar yang tidak jelas tanpa masalah berarti.

Erizal menyebut kasus ijazah Jokowi ini sudah terlalu banyak melukai orang.

JK melaporkan demi membela diri tetapi disalahkan, mengaku berjasa tetapi juga disalahkan.

Pokoknya apa pun respons terhadap kasus ijazah Jokowi ini, orang yang meresponlah yang selalu disalahkan.

Sementara kasus ijazah itu sendiri, kata Erizal, entah kapan akan berakhir dan menemukan titik terang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung