Repelita Jakarta - Mantan tahanan politik Akbar Husein membeberkan kesaksian kelam mengenai rentetan kekerasan pascapemilu di depan kantor pengawas pemilu dalam dialog yang disiarkan hari Jumat tanggal 16 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Ulasan refleksi mengenai tragedi berdarah tersebut disampaikan secara langsung oleh narasumber saat menghadiri sesi wawancara mendalam yang dipandu sejarawan Indra J Piliang di kanal YouTube Forum Keadilan TV.
Dalam tayangan itu narasumber menceritakan riwayat penangkapan massal terhadap puluhan ribu simpatisan serta tindak penganiayaan fisik parah yang dialami oleh para relawan di dalam ruang tahanan aparat.
Beliau mengungkap bahwa salah satu mentor gerakan bernama Mulyono Santoso meninggal dunia di dalam sel penahanan hukum akibat minimnya akses pelayanan kesehatan yang layak bagi para narapidana.
Aktivis lapangan ini menambahkan bahwa kekosongan penegakan hukum substantif serta penggunaan pasal makar sepihak pada masa lalu telah melahirkan dampak trauma psikologis mendalam serta cacat fisik permanen bagi sejumlah warga sipil.
Oleh karena itu pihak korban mendesak kepolisian di bawah kepemimpinan presiden saat ini agar segera memberikan pemulihan nama baik melalui pemberian amnesti serta rehabilitasi hak perdata secara menyeluruh dan adil.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok