Berita, Nasional

Ekonom Ferry Latuhihin: Rupiah Terancam ke Rp20 Ribu, Kebijakan Pemerintah Blunder dan Krisis Kepercayaan Membayangi

Repelita.net

05 June 2026 15:45 WIB • 794 view

Ekonom Ferry Latuhihin: Rupiah Terancam ke Rp20 Ribu, Kebijakan Pemerintah Blunder dan Krisis Kepercayaan Membayangi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ekonom senior Ferry Latuhihin melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui sebuah rekaman video yang diunggah pada 4 Juni 2026, ia menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah dan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dinilai memburuk.

ADVERTISEMENT

Ferry memperingatkan bahwa depresiasi rupiah berpotensi menembus angka Rp20.000 per dolar Amerika Serikat dalam waktu dekat.

"Saya tetap konfirmasi, ya. Saya tetap sangat yakin bahwa dolar berpotensi ke arah Rp20.000. Mungkin bulan ini," ungkap Ferry melalui kanal YouTube pribadinya.

Ia menilai pemerintah telah melakukan serangkaian blunder kebijakan yang kontraproduktif terhadap iklim investasi dan pelaku pasar modal Indonesia.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) yang ia anggap berisiko menimbulkan moral hazard dalam ekspor komoditas.

"Tapi masalahnya PT DSI over gitu, loh. Yang diperlukan adalah supervisory body, yaitu badan pengawas untuk mengawasi ekspor kita apakah ada permainan transfer pricing atau underinvoicing," jelas Ferry.

Mantan anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran ini juga meragukan angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang diklaim pemerintah karena dianggap hasil doping pengeluaran.

Selain itu, ia memberikan catatan kritis terhadap efektivitas program Makan Bergizi Gratis yang dinilai rawan penyelewengan dan perlu dirasionalisasi anggarannya.

"Kalau mau [MBG] diteruskan, dirasionalkan anggarannya, daerah-daerah mana yang membutuhkan MBG. Enggak semua 83 juta siswa itu," tegasnya.

Ferry menekankan bahwa persoalan utama saat ini adalah hilangnya kepercayaan pasar atau distrust terhadap rezim pemerintahan yang bergerak menuju sistem ekonomi terpusat.

Ia menyarankan pemerintah untuk segera memperbaiki komunikasi publik dan fokus merumuskan kebijakan yang menciptakan lapangan kerja serta ramah bagi dunia usaha.

"Masalah kita adalah masalah distrust, masalah ketidakpercayaan terhadap rezim ini. Kita lihat misalnya kemarin dari hal-hal kecillah, bagaimana kurban sapi yang dilakukan Pak Presiden itu jadi disputed," ujar Ferry menambahkan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung