Berita, Internasional

Dukungan Publik AS terhadap Perang Iran Anjlok, 61 Persen Warga Tolak Serangan, Approval Rating Trump Merosot ke 36 Persen

Repelita.net

28 March 2026 13:52 WIB • 1,347 view

Dukungan Publik AS terhadap Perang Iran Anjlok, 61 Persen Warga Tolak Serangan, Approval Rating Trump Merosot ke 36 Persen
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Dukungan publik Amerika Serikat terhadap perang menunjukkan tren penurunan tajam dalam beberapa dekade terakhir, dengan survei terbaru menunjukkan hanya sebagian kecil warga yang mendukung opsi militer Presiden Donald Trump terhadap Iran.

Survei yang dirilis pada Rabu, 25 Maret 2026, menunjukkan hanya 35 persen warga Amerika yang menyetujui serangan Amerika Serikat terhadap Iran, turun dari angka 37 persen dalam survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada minggu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Sekitar 61 persen responden menyatakan tidak menyetujui serangan tersebut, meningkat dibandingkan 59 persen pada minggu lalu, sementara 5 persen responden menolak menjawab pertanyaan mengenai pandangan mereka tentang perang.

Survei Reuters/Ipsos yang dilakukan segera setelah serangan pertama Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari menemukan bahwa 27 persen menyetujui serangan, 43 persen tidak setuju, dan 29 persen masih ragu-ragu.

Sekitar 46 persen responden dalam survei terbaru mengatakan bahwa perang di Iran akan membuat Amerika Serikat kurang aman dalam jangka panjang, sementara hanya 26 persen yang menilai perang akan membuat negara lebih aman.

Meskipun Trump dalam beberapa hari terakhir menyarankan bahwa perang bisa segera mereda, Iran membantah klaim bahwa negosiasi sedang berlangsung, sementara laporan menyebut Washington diperkirakan akan mengirim ribuan tentara tambahan ke Timur Tengah.

Survei yang dilakukan oleh The New York Times juga menunjukkan adanya penurunan dukungan warga Amerika Serikat terhadap perang, di mana pada Perang Dunia II tingkat dukungan mencapai sekitar 97 persen.

Namun dalam konflik modern, dukungan tersebut terus menurun, dan bahkan untuk konflik terbaru seperti Iran, tingkat dukungan hanya sekitar 41 persen, menjadi salah satu yang terendah dalam sejarah perang Amerika Serikat.

Secara nasional, opini publik cenderung skeptis terhadap keterlibatan militer Amerika Serikat dalam eskalasi konflik dengan Iran karena sejumlah alasan yang mendasar.

Pertama, dukungan publik terhadap perang melemah karena tujuan intervensi dinilai tidak transparan, karena Iran tidak dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap warga Amerika sebelum wacana serangan muncul.

Kedua, ambiguitas mengenai bagaimana dan kapan perang akan berakhir menjadi faktor penting lainnya, karena tanpa indikator keberhasilan yang jelas publik kesulitan menilai apakah intervensi militer tersebut sepadan dengan biaya dan risiko.

Ketiga, isu domestik seperti keterjangkauan hidup dan biaya hidup menjadi perhatian utama masyarakat Amerika Serikat dibandingkan kebijakan luar negeri yang tidak dirasakan langsung oleh publik.

Meskipun tren jangka panjang menurun, dukungan perang di Amerika Serikat masih bisa melonjak saat terjadi krisis besar, seperti pasca Serangan 11 September yang membuat perang Afghanistan mendapat dukungan 92 persen.

Perang Irak pada tahun 2003 juga sempat meraih dukungan 76 persen, namun dukungan ini tidak bertahan lama seiring konflik yang berlarut-larut sehingga opini publik akhirnya berbalik arah.

Persepsi ancaman langsung menjadi faktor utama pendorong dukungan, meskipun kini sifatnya hanya sementara dan cepat memudar ketika konflik tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Di luar perang, survei Ipsos terbaru juga menunjukkan tingkat persetujuan atau approval rating Presiden Trump secara keseluruhan turun ke level terendah sejak kembali menjabat di Gedung Putih.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan approval rating Trump merosot menjadi 36 persen dari 40 persen pada survei pekan sebelumnya, menyoroti memburuknya persepsi publik terhadap kinerja presiden.

Penurunan dukungan ini terutama dipicu oleh penanganan Trump terhadap ekonomi dan kenaikan biaya hidup, termasuk lonjakan harga bahan bakar setelah serangan militer terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Hanya 25 persen responden yang menyatakan puas dengan penanganan Trump terhadap biaya hidup, sementara tingkat persetujuan atas kebijakan ekonominya hanya mencapai 29 persen.

Penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa presiden merasakan penderitaan mereka dan bantuan sedang dalam perjalanan, demikian pernyataan Amanda Makki, ahli strategi politik dari Partai Republik, yang dikutip pada Rabu, 25 Maret 2026.

Survei juga mencatat bahwa 63 persen warga Amerika Serikat menilai kondisi ekonomi saat ini agak lemah atau sangat lemah, dengan rincian 40 persen pemilih Partai Republik, 66 persen independen, dan 84 persen Demokrat.

Survei daring nasional ini melibatkan 1.272 responden dewasa di Amerika Serikat dengan margin of error atau batas galat sebesar 3 poin persentase.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung