Berita, Nasional

DPR Minta Pemerintah Evaluasi Serius Distribusi Sekolah Negeri Menyusul Fenomena Penurunan Jumlah Siswa Baru di Berbagai Daerah

Repelita.net

17 July 2026 22:11 WIB • 661 view

DPR Minta Pemerintah Evaluasi Serius Distribusi Sekolah Negeri Menyusul Fenomena Penurunan Jumlah Siswa Baru di Berbagai Daerah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah untuk segera melakukan penataan ulang terhadap distribusi satuan pendidikan di seluruh pelosok daerah.

Langkah ini dipandang mendesak menyusul mencuatnya fenomena penurunan jumlah siswa baru secara signifikan di berbagai sekolah negeri di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menurut Lalu, upaya evaluasi hingga wacana penggabungan atau regrouping sekolah harus dijalankan melalui kajian yang matang dan terukur.

Pemerintah perlu menata kembali distribusi satuan pendidikan secara hati-hati dengan tetap mengutamakan hak anak untuk memperoleh akses pendidikan, ujar Lalu saat memberikan keterangan pers, Kamis (16/7/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menekankan bahwa pemerintah wajib melakukan pemetaan data yang akurat di tiap wilayah.

Minimnya jumlah siswa di sekolah negeri tidak bisa serta-merta dianggap sebagai indikator penurunan minat masyarakat semata.

Ada berbagai faktor kompleks yang saling berkaitan, seperti laju penurunan angka kelahiran, pola perpindahan penduduk, hingga ketimpangan persebaran infrastruktur sekolah.

Kualitas daya saing satuan pendidikan di tingkat lokal juga menjadi variabel krusial yang menentukan pilihan orang tua dalam mendaftarkan anaknya.

Pemerintah perlu melakukan pemetaan yang akurat di setiap daerah agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, imbuhnya.

Ia meminta agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan peningkatan mutu pengajaran dan pemerataan distribusi tenaga pendidik.

Penguatan sarana serta prasarana penunjang kegiatan belajar harus menjadi prioritas utama guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.

Melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat, sehingga solusi yang diambil tidak hanya efisien dari sisi anggaran, tetapi juga menjamin layanan pendidikan tetap optimal, tegasnya.

Persoalan serupa juga menjadi sorotan tajam di Provinsi Bali, di mana beberapa sekolah dasar mulai mengalami krisis pendaftar baru.

Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, menyebut fenomena ini telah menjadi siklus berulang yang memerlukan perhatian serius dari dinas terkait.

Beberapa institusi pendidikan di Jembrana dan Karangasem tercatat mengalami kekurangan siswa yang cukup memprihatinkan dalam periode pendaftaran tahun ini.

Suwirta menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan penggabungan sekolah agar tidak mematikan eksistensi lembaga pendidikan di masa depan.

Guru atau kepala sekolah yang hebat itu kalau mampu membuat sekolah yang tidak favorit jadi favorit, itu baru hebat namanya.

Kalau mau pindah ke sekolah yang bagus-bagus saja, bukan guru yang hebat namanya, pungkas Suwirta terkait tantangan kualitas tenaga pendidik (*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung