Berita, Nasional

Doktor Selamat Ginting Sebut Safari Politik Jokowi di Jawa Barat Gunakan Jurus Dewa Mabok

Repelita.net

27 September 2026 18:14 WIB • 102 view

Doktor Selamat Ginting Sebut Safari Politik Jokowi di Jawa Barat Gunakan Jurus Dewa Mabok
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Safari politik Joko Widodo ke wilayah Jawa Barat memicu analisis mendalam mengenai dinamika menjelang Pilpres 2029. Berdasarkan tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 27 September 2026, mantan presiden tersebut dinilai sedang membangun ekosistem politik baru.

Langkah intensif ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah dukungan dan strategi politik ke depan.

ADVERTISEMENT

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Doktor Selamat Ginting, menyatakan bahwa Jokowi sedang menjalankan jurus politik dewa mabok untuk melihat reaksi Gerindra.

Menurutnya, strategi ini sengaja dilakukan agar lawan politik sulit membaca pusat gravitasi gerakannya.

Isu yang berkembang di publik dibiarkan bergulir tanpa ada bantahan maupun pembenaran.

Dalam diskusi yang dipandu sejarawan Indra J Piliang tersebut, Selamat Ginting menyebut Jokowi sebagai bahaya laten yang sewaktu-waktu bisa memakan semuanya.

Kondisi ini diperkuat dengan rencana kehadiran Jokowi dalam Rapat Koordinasi Daerah Partai Solidaritas Indonesia di Jawa Barat pada akhir September 2026.

Informasi kedatangan itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Azinaga atau Broron.

Jawa Barat dipilih karena merupakan lumbung suara nasional terbesar dengan jumlah sekitar 36 juta pemilih.

Selamat Ginting menilai Jokowi sedang menguji mesin politiknya di medan terbesar melalui jaringan relawan dan PSI.

Kehadiran figur Jokowi sangat dibutuhkan untuk mengonversi popularitas menjadi suara elektoral bagi partai tersebut.

Dinamika ini juga menempatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai figur yang sangat strategis.

Selamat Ginting membaca adanya potensi besar Dedi Mulyadi dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.

Wacana duet tersebut bahkan sudah mulai muncul dalam pembahasan publik setelah diusulkan dalam sebuah forum relawan.

Dedi Mulyadi dinilai memiliki modal elektoral kuat karena memenangi Pilkada di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Posisi politiknya yang masih menjadi kader Gerindra membuat situasi ini menjadi sebuah dilema bagi partai pimpinan Prabowo Subianto.

Jika salah mengambil keputusan, posisi tersebut bisa menjadi senjata makan tuan bagi karier politiknya.

Selamat Ginting menambahkan bahwa Dedi Mulyadi saat ini menjadi objek perebutan yang sangat seksi bagi berbagai poros politik nasional.

Hubungan komunikasi yang terus dibangun dengan Poros Solo membuat pergerakannya dipantau ketat oleh Hambalang.

Publik kini menantikan apakah posisi ini akan menjadi jembatan atau justru memantik perseteruan politik baru.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung