Berita, Internasional

Dokter Ungkap Bahaya Nonton Short Video: Bisa Turunkan Kontrol Diri dan Atensi Otak

Repelita.net

24 April 2026 15:36 WIB • 981 view

Dokter Ungkap Bahaya Nonton Short Video: Bisa Turunkan Kontrol Diri dan Atensi Otak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - dr. Adam Prabata, seorang dokter yang aktif menyuarakan edukasi kesehatan, mengungkapkan kekagetannya setelah membaca sebuah jurnal ilmiah tentang bahaya menonton video pendek.

Awalnya, ia mengira menonton short video di ponsel hanya sekadar pengisi waktu luang yang tidak berbahaya.

ADVERTISEMENT

Namun setelah menelusuri hasil penelitian dari Tiongkok, ia mendapati fakta bahwa kebiasaan tersebut ternyata berdampak serius pada fungsi otak.

Penelitian tersebut melibatkan 48 orang yang kebiasaan menonton short videonya diamati, lalu diperiksa fungsi atensi dan kontrol dirinya.

Pemeriksaan dilakukan dengan dukungan alat Electroencephalography (EEG), yaitu tes non-invasif yang merekam aktivitas listrik otak melalui elektroda di kulit kepala .

Hasil penelitian ini cukup membuat dr. Adam Prabata terkejut karena menunjukkan korelasi yang kuat antara frekuensi menonton dengan penurunan kemampuan otak.

Semakin sering seseorang menonton short video, semakin turun kemampuan otaknya untuk melakukan kontrol diri .

Selain itu, fungsi eksekutif otak, terutama bagian atensi atau kemampuan memusatkan perhatian, juga ikut menurun secara signifikan.

Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi yang memiliki karakteristik cepat, singkat, dan penuh dengan reward instan .

Lama-kelamaan, otak menjadi terbiasa dan selalu butuh stimulus cepat sehingga kemampuan fokus dalam jangka panjang semakin sulit dilakukan .

Yang paling menarik dari studi ini adalah semakin tinggi tingkat kecanduan seseorang menonton short video di ponsel, semakin rendah pula tingkat pengendalian dirinya .

Penelitian dari Zhejiang University yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Human Neuroscience ini memperkuat kekhawatiran tentang dampak negatif media sosial terhadap kesehatan kognitif .

dr. Adam Prabata pun menyimpulkan bahwa kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan langsung dengan penurunan self-control dan menurunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi .

Para ahli menyarankan agar masyarakat mulai membatasi waktu menonton video pendek, tidak menggulir layar sebelum tidur, serta melatih konsentrasi dengan aktivitas seperti membaca atau meditasi mindfulness .

Fenomena ini bahkan telah mendapat istilah khusus yaitu "brain rot", yang menggambarkan kondisi ketika otak terasa tumpul akibat konsumsi konten digital dangkal secara berlebihan .

Meskipun terkesan sepele, kebiasaan scrolling tanpa henti dapat mengubah cara otak bekerja dalam jangka panjang karena sifat plastisitas otak yang mudah beradaptasi dengan stimulus yang diterimanya .

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih bijak dalam mengelola waktu layar demi menjaga kesehatan otak di era digital yang serba cepat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung