Berita, Nasional

Dokter Tifa Sarankan Anies Baswedan Terima Tawaran Jadi Menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto

Repelita.net

13 October 2026 20:41 WIB • 93 view

Dokter Tifa Sarankan Anies Baswedan Terima Tawaran Jadi Menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pengamat publik memberikan pandangan menarik mengenai dinamika politik nasional pasca-pemilu, terutama terkait masa depan politik dari mantan Gubernur DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyarankan Anies Baswedan menerima tawaran bergabung dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto jika kesempatan tersebut benar-benar datang.

Langkah taktis ini dipandang sejalan dengan pemikiran yang sebelumnya dilontarkan oleh Kepala Balom Syahganda Nainggolan mengenai reposisi peran di pemerintahan.

Ia sependapat dengan gagasan Kepala Balom Syahganda Nainggolan yang mendorong Anies mengambil peran di pemerintahan.

Melalui sebuah pernyataan resmi pada hari Selasa, gagasan penyatuan kekuatan politik ini dinilai bisa menjadi ruang pengabdian yang strategis.

“Saya sependapat dengan gagasan Syahganda Nainggolan yang menyarankan Anies Baswedan menerima tawaran menjadi menteri apabila Presiden Prabowo Subianto benar-benar menawarkannya,” kata Dokter Tifa, dikutip Selasa (13/10/2026).

Peluang kepemimpinan di sektor domestik seperti pengelolaan sistem pendidikan nasional dipandang sebagai opsi yang relevan dengan rekam jejak akademis sang tokoh.

Meskipun dinamika wacana ini terus berkembang di ruang publik, belum ada konfirmasi formal mengenai adanya komunikasi resmi antar kedua belah pihak.

Sebagai komparasi historis, peta rekonsiliasi politik masa lalu antara kompetitor utama pilpres terbukti dapat diwujudkan demi kepentingan yang lebih luas.

“Bagi saya, ada pelajaran penting dari sejarah politik Indonesia. Prabowo Subianto pernah menjadi rival politik Jokowi, tetapi akhirnya bersedia masuk ke dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan. Prabowo tidak harus menjadi presiden terlebih dahulu untuk ikut bekerja bagi negara,” jelasnya.

Rentang waktu yang telah berjalan sejak kontestasi nasional Februari 2024 dipandang sudah cukup untuk memulai langkah pergerakan yang nyata di masyarakat.

“Sudah lebih dari dua tahun sejak Pilpres Februari 2024. Saya menunggu kiprah Anies, menunggu gagasan besar yang diwujudkan menjadi gerakan nyata, menunggu gebrakan yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas,” ungkapnya.

Modal sosial kemasyarakatan berupa tingkat popularitas yang tinggi serta kepercayaan publik yang besar seyogianya dapat diaktualisasikan tanpa harus menunggu momentum politik lima tahunan.

Memperbaiki sektor-sektor fundamental bangsa dari dalam sistem kekuasaan juga dinilai tidak akan melunturkan integritas maupun daya kritis seorang intelektual.

Kalaupun ruang di birokrasi pemerintahan tidak terbuka, opsi pembangunan wadah pemikir mandiri serta pembinaan generasi muda tetap menjadi alternatif kontribusi yang bernilai tinggi.

“Anies, bangsa ini tidak bisa terus menunggu,” lanjutnya.

Sebab, catatan sejarah kebangsaan pada akhirnya akan lebih mengingat kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kemaslahatan rakyat banyak.

“Jabatan boleh berganti. Kontestasi boleh dimenangkan atau dikalahkan. Tetapi pengabdian kepada bangsa tidak boleh berhenti,” tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung