Berita, Viral Sosmed

Dokter Tifa Pertanyakan Sikap Azwan soal Gelar Kebangsawanan Bugis, Bandingkan dengan Jenderal M. Yusuf

Repelita.net

21 October 2026 13:53 WIB • 102 view

Dokter Tifa Pertanyakan Sikap Azwan soal Gelar Kebangsawanan Bugis, Bandingkan dengan Jenderal M. Yusuf
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdebatan mengenai penggunaan gelar kebangsawanan kembali menjadi sorotan di media sosial setelah sebuah unggahan kritis membandingkan sikap Jenderal TNI Purnawirawan M. Yusuf dengan figur publik bernama Azwan.

Sorotan tersebut disampaikan akun media sosial @DokterTifa melalui unggahan pada 21 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam tulisannya, akun tersebut menilai Jenderal M. Yusuf sebagai sosok bangsawan Bugis yang memilih tidak menggunakan gelar Andi di depan namanya demi menjunjung tinggi kesetaraan.

“Indonesia pernah memiliki seorang Jenderal Besar, Panglima Tentara Nasional Indonesia, yang sangat terkenal. Seorang bangsawan Bugis sejati dengan darah biru murni yang mengalir di nadinya, sehingga ia berhak sepenuhnya untuk mencantumkan ANDI di depan namanya. Tetapi karena almarhum individu tersebut rendah hati dan egaliter, ia memilih untuk tidak menyertakan gelar ANDI di depan namanya. Beliau adalah almarhum Jenderal TNI Purnawirawan M. Yusuf,” tulis akun tersebut.

Akun itu kemudian membandingkan sikap tersebut dengan seseorang yang disebut lahir di Jakarta Utara dan dinilai kerap memperkenalkan diri menggunakan gelar Andi dalam berbagai kesempatan.

“Sekarang ada seseorang yang lahir di Jakarta Utara, yang kartu identitasnya sama sekali tidak mencantumkan Andi, dan tampaknya akta kelahirannya juga tidak mencantumkan gelar Andi (karena ia menolak menjawab pertanyaan Advokat Al Katori), tetapi di mana-mana—di media, acara bincang-bincang—ia mengaku sebagai Andi,” lanjutnya.

Perbedaan antara identitas yang tercantum dalam dokumen resmi dan nama yang digunakan di ruang publik juga menjadi bagian dari kritik tersebut.

“Dan di pengadilan, ia mengaku egaliter, itulah sebabnya tidak ada Andi di kartu identitasnya. Namun di tempat lain, ia menggunakan nama Andi Azwan,” ungkap akun itu.

Pada bagian akhir, akun tersebut mempertanyakan siapa yang lebih mencerminkan sikap egaliter dalam menyikapi status sosial dan gelar kebangsawanan.

“Jadi siapakah yang benar-benar egaliter: almarhum Jenderal M. Yusuf (yang menyembunyikan gelar Andi-nya)? Atau Azwan, yang berkeliling ke mana-mana mengaku sebagai Andi Azwan? Syarat untuk menjadi idiot sejati tampaknya adalah otak Anda harus dibalik terlebih dahulu,” pungkasnya.

Unggahan itu turut memancing beragam tanggapan dari pengguna media sosial yang ikut memperdebatkan latar belakang keturunan dan identitas Azwan.

Akun @ilyasputradaeng menuliskan komentar yang mempertanyakan garis keturunan Bugis-Makassar Azwan serta pemahamannya terhadap nilai budaya Siri’ na Passe.

"Jika Aswan benar-benar memiliki keturunan Bugis-Makassar, kemungkinan garis keturunannya berasal dari kalangan pelayan Bugis yang bekerja untuk perusahaan kolonial. Sebab, jika ia benar-benar keturunan asli Bugis, seharusnya ia memahami makna sebenarnya dari Siri’ na Passe dan mengetahui bagaimana nilai budaya tersebut semestinya dijalankan," tulis akun tersebut.

Komentar bernada sinis juga disampaikan akun @SyairHak yang meragukan latar belakang etnis Azwan.

"Bugis asli . Aswan asli cina," tulis akun itu.

Sementara itu, akun @Kamal_1988 mengaitkan sosok Azwan dengan Presiden Joko Widodo melalui pandangannya mengenai kemiripan karakter dan hubungan antarmanusia.

"Azwan adalah cerminan Jokowi. Siapa Azwan bagi Jokowi. Siapa Jokowi bagi Azwan. Jiwa manusia akan bersatu dengan jiwa yang sesuai dengannya," tulis akun tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung