Berita, Palestina

Dokter Palestina Hussam Abu Safiya dipindahkan ke sel isolasi penjara Israel setelah 525 hari ditahan tanpa dakwaan resmi

Repelita.net

10 June 2026 15:47 WIB • 743 view

Dokter Palestina Hussam Abu Safiya dipindahkan ke sel isolasi penjara Israel setelah 525 hari ditahan tanpa dakwaan resmi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kondisi kesehatan Dr Hussam Abu Safiya, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, memicu kekhawatiran serius setelah dilaporkan dipindahkan ke sel isolasi di penjara berkeamanan maksimum Israel.

Pemindahan yang terjadi tanpa pemberitahuan resmi kepada keluarga maupun pihak kuasa hukum ini menambah ketidakpastian nasib dokter berusia 53 tahun tersebut.

ADVERTISEMENT

Abu Safiya ditangkap pasukan Israel pada 27 Desember 2024 saat tengah menjalankan tugas medisnya di rumah sakit.

Lebih dari 525 hari berlalu sejak penahanannya, otoritas terkait di Israel belum melayangkan dakwaan formal apa pun terhadapnya.

Data dari organisasi Physicians for Human Rights Israel menyebutkan bahwa sang dokter kini berada di penjara Ramon, bagian dari kompleks Ganot.

Hingga saat ini, lembaga tersebut belum menerima klarifikasi mengenai alasan pemindahan maupun penempatan dalam ruang isolasi tersebut.

Keluarga menjelaskan bahwa Abu Safiya sangat memerlukan tindakan operasi untuk mengeluarkan serpihan logam yang bersarang di paha kirinya sejak insiden penangkapan.

Cedera tersebut terus memicu rasa nyeri hebat serta pembengkakan yang berkepanjangan pada bagian tubuhnya.

Laporan dari tim hukum sebelumnya turut mengonfirmasi adanya berbagai keluhan kesehatan yang tidak mendapatkan penanganan medis memadai selama dalam tahanan.

Selain itu, kondisi penahanan disebutkan sangat memprihatinkan dengan akses makanan yang terbatas serta fasilitas dasar yang minim.

Informasi dari keluarga menyatakan ia ditempatkan di ruang isolasi berukuran sangat sempit dengan ruang gerak yang sangat terbatas.

Sebelumnya, Abu Safiya dikenal sebagai tokoh medis yang tetap bertahan melayani pasien di tengah pengepungan militer di Gaza Utara selama 80 hari.

Ia juga sempat mengalami duka mendalam saat putranya, Ibrahim Abu Safiya, gugur akibat serangan drone di pintu masuk rumah sakit pada Oktober 2024.

Otoritas Israel mengklasifikasikannya sebagai kombatan tidak sah, status yang membolehkan penahanan panjang tanpa melalui proses pengadilan pidana reguler.

Ratusan tenaga medis Palestina lain dilaporkan ditahan dengan klasifikasi serupa, sementara akses komunikasi langsung bagi keluarga masih terputus.

Merespons permohonan pembebasan, pihak berwenang Israel menegaskan bahwa seluruh proses hukum kasus tersebut dilaksanakan tertutup dengan batasan publikasi ketat.

Pada Maret lalu, para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan pembebasan segera bagi Abu Safiya agar ia mendapatkan akses perawatan medis yang layak.

Saat ini, ia menjadi satu dari 14 dokter asal Gaza yang masih mendekam di tahanan Israel tanpa adanya dakwaan resmi.

Pihak Physicians for Human Rights Israel telah melayangkan petisi ke Mahkamah Agung guna mendesak pembebasan para tenaga medis tersebut.

Sementara itu, Israel Prison Service menolak memberikan keterangan terkait status tahanan dengan alasan privasi serta membantah adanya praktik tidak manusiawi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung