Repelita Jakarta - Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia Dmitry Medvedev secara terbuka membeberkan bentuk dukungan strategis yang diberikan Moskow kepada Teheran.
Bantuan tersebut disalurkan untuk menghadapi situasi genting di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat serta Israel.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangannya, dukungan utama diberikan melalui jalur diplomasi internasional serta pencegahan pengesahan resolusi yang merugikan posisi Teheran.
Upaya diplomatik kami sangat dihargai oleh kepemimpinan Iran, ujar Dmitry Medvedev pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Hal itu benar-benar penting, baik pernyataan politik maupun, dalam beberapa kasus, pemblokiran langsung resolusi DK PBB yang dapat melegitimasi serangan terhadap Iran oleh masyarakat internasional, lanjut Dmitry Medvedev pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa langkah intervensi diplomatik di level global tersebut sudah selayaknya dikategorikan sebagai bentuk uluran tangan yang nyata.
Jika bukan bantuan langsung, lalu apa?, imbuh Dmitry Medvedev dalam sesi wawancara eksklusif dengan stasiun penyiaran Iran IRIB pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Di samping dukungan politik di PBB, kedua negara dilaporkan terus mempererat kerja sama bilateral di sektor pertahanan serta penguasaan teknologi mutakhir.
Rusia dan Iran juga mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan di bidang pertahanan dan teknologi tinggi, kata Dmitry Medvedev pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Sebagai wujud nyata kemitraan tersebut, ia mencontohkan proyek pembangunan fasilitas energi nuklir yang dikerjakan oleh korporasi milik pemerintah Rusia.
Ia mencontohkan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr yang dibangun di Iran oleh perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, tambah Dmitry Medvedev pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Hubungan erat kedua negara sekutu tersebut turut merambah ke sektor pengelolaan sumber daya energi fosil yang memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Teheran.
Saya juga tidak bisa melewatkan kerja sama di sektor minyak, ungkap Dmitry Medvedev pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Saat ini, berkat investasi perusahaan-perusahaan Rusia, Iran memproduksi sekitar tujuh persen dari total produksi minyaknya, pungkas Dmitry Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran IRIB pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok