Repelita [Jakarta] - Dino Patti Djalal tengah menjadi sorotan tajam dan mendapat serangan dari sejumlah pendukung pemerintah setelah melontarkan kritik terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi tekanan politik tersebut, Dino justru mengalihkan perhatian publik dengan mengenang rekam jejak pengabdian mendiang ayahnya, Hasjim Djalal, bagi kedaulatan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Melalui unggahan video dari Foreign Policy Community of Indonesia yang beredar sejak Jumat (5/6/2026), Dino menceritakan perjuangan Hasjim yang merintis karier dari desa di Bukittinggi hingga menjadi diplomat berpengaruh.
"Karena cerdas masuk di Akademis Dinas Luar Negeri di Jakarta. Dan kemudian dapat beasiswa ke University of Virginia. Bahasa Inggris masih sangat minim, tapi dalam dua tahun dia melarai gelar master, dan dalam satu tahun dapat gelar PhD," kenang Dino.
Ia menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ayahnya tersebut membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang keluarga bukan menjadi penghalang untuk berkontribusi besar bagi bangsa.
Salah satu kontribusi kunci Hasjim Djalal adalah keberhasilannya bersama Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara yang diakui secara internasional.
Strategi diplomasi tersebut terbukti berhasil menggandakan luas wilayah kedaulatan laut Indonesia tanpa harus mengerahkan kekuatan militer.
“Wilayah kedaulatan Indonesia yang tadinya sekitar satu juta kilometer persegi jadi double menjadi dua juta kilometer persegi tanpa satu pun peluru dikeluarkan,” jelas Dino dalam rekaman tersebut.
Menurut Dino, kunci dari kemajuan seseorang adalah kesempatan untuk mendapatkan akses pendidikan dan ruang untuk berkarya bagi talenta-talenta daerah.
"Satu hal, peluang. Peluang, dia dapat peluang. Peluang untuk sekolah, peluang untuk berkarya," tambahnya.
Dino berharap agar pemerintah dapat terus membuka akses pendidikan yang luas bagi anak-anak di daerah agar mereka dapat meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.
"Itu menurut saya adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah, Pemda, dan DPRD, bagaimana ribuan ratusan ribu anak-anak di Sumatra Barat yang pelajar, pemimpin, pemikir ini bisa mendapat peluang sehingga mereka kelak bisa menjadi Bung Hatta Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Haji Agus Salim, Emil Salim dan lain sebagainya," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok