Berita, Nasional

Dirjen Saintek Tegaskan Ijazah Bukan Sekadar Kertas, Melainkan Surat Tugas yang Menuntut Integritas dan Pengabdian

Repelita.net

25 October 2026 00:14 WIB • 123 view

Dirjen Saintek Tegaskan Ijazah Bukan Sekadar Kertas, Melainkan Surat Tugas yang Menuntut Integritas dan Pengabdian
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan bernas mengenai hakikat dokumen kelulusan disampaikan oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Ahmad Najib Burhani. Pesan mendalam tersebut mengemuka di tengah perbincangan publik mengenai persoalan ijazah yang merembet ke ranah tokoh nasional.

Pesan penting itu disampaikan oleh Prof. Ahmad Najib Burhani di hadapan para wisudawan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam perhelatan Wisuda ke-48 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa momen pelantikan kelulusan bukanlah sekadar perayaan formalitas penyelesaian masa studi perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan seluruh alumni baru bahwa selembar kertas bukti kelulusan pada hakikatnya memuat tanggung jawab moral yang besar saat terjun ke lingkungan masyarakat luas. "Ijazah yang akan kalian miliki sebetulnya adalah surat tugas," ujar Prof. Ahmad Najib Burhani pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut penjelasannya, pencapaian akademik mahasiswa yang diraih melalui perkuliahan, ujian, hingga tugas akhir baru akan bernilai nyata manakala sanggup dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk pemahaman sederhana, ia membandingkan peranan ijazah pendidikan tinggi tersebut dengan analogi kepemilikan surat izin mengemudi.

Seseorang yang memegang dokumen kelulusan dinilai laik berkendara, namun keahlian sesungguhnya baru teruji saat ia mengemudikan kendaraan di jalanan nyata yang penuh dinamika. Para lulusan dituntut memiliki ketahanan diri serta kecerdasan adaptasi ketika berhadapan dengan kompleksitas lapangan pekerjaan dan ketidakpastian dunia kerja.

"Kalian harus bisa bernavigasi di dalam berbagai kemacetan, di dalam kondisi ketidakpastian ketenagakerjaan dan sebagainya, mengambil keputusan yang bijak dan bertahan saat menghadapi tantangan akan diuji langsung nanti setelah ini," jelasnya. Kehidupan selepas dunia kampus kerap menyajikan situasi yang kerap berbeda dari teori dalam buku teks perkuliahan.

Oleh sebab itu, penguasaan materi akademik beserta keterampilan teknis wajib diimbangi dengan kekuatan integritas, karakter kepemimpinan, dan kemauan untuk terus memperbarui ilmu. Akademisi lulusan University of California, Santa Barbara (UCSB) tersebut menekankan agar kebanggaan meraih gelar tidak berhenti pada pencapaian pribadi semata.

"Setelah syukur, setelah lulus, syukur harus menjadi karya, syukur harus menjadi manfaat," ucap Prof. Ahmad Najib Burhani. Ia juga mengimbau agar para sarjana baru tidak terpatok pada status gengsi suatu profesi dalam menilai tolok ukur kesuksesan hidup.

Dengan mengutip ungkapan legendaris "be the best of whatever you are" yang dipopulerkan oleh Martin Luther King Jr., ia mendorong setiap individu memberikan dedikasi penuh pada profesinya. Ia memberikan ilustrasi perumpamaan pekerjaan sederhana yang dikerjakan dengan standar kesungguhan dan kualitas sangat tinggi.

“Jika kebetulan kalian menjadi penyapu jalan, maka sapulah jalan itu seperti Michael Angelo melukis, seperti Shakespeare menulis puisi, seperti Beethoven menggubah musik,” terangnya. Kualitas diri seseorang ditentukan oleh kecintaan, konsistensi, serta kesungguhan dalam menekuni bidang pekerjaan yang tengah dijalani.

"Menang, gagal atau berhasil tidak diukur dari jenis pekerjaan mentereng tidaknya, tapi jadilah yang terbaik dari pekerjaan yang diperoleh," pungkas Prof. Ahmad Najib Burhani.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung