Repelita Jakarta - Tragedi berdarah kembali mengguncang klan Kei setelah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, tewas ditikam di Bandara KS Tubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) siang.
Peristiwa nahas ini menjadi babak terbaru dari rentetan konflik panjang antara kelompok Nus Kei dan John Kei yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan dua orang pelaku tidak lama setelah insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIT.
Dua orang yang diringkus adalah Hendrikus Rahayaan alias Hendra dan Finansius Ulukyanan alias Finis.
Sosok Hendrikus Rahayaan langsung menjadi sorotan publik karena pria kelahiran 1997 itu dikenal sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA) dengan julukan "Kei Bad Boy".
Lebih mengejutkan lagi, Hendrikus diketahui memiliki hubungan darah yang sangat dekat sebagai keponakan dari John Kei, sosok yang dijuluki sebagai The Godfather dari Jakarta.
Nus Kei dilaporkan tewas akibat luka tikaman senjata tajam yang sangat parah di bagian tubuh vital.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa politisi Partai Golkar ini tidak tertolong karena mengalami pendarahan hebat.
Kehadiran Nus Kei di Bandara KS Tubun diduga menjadi target serangan yang telah direncanakan oleh para pelaku.
Konflik antara kedua kelompok ini bukanlah hal baru dan telah menghiasi catatan kriminal nasional sejak bertahun-tahun lalu.
Pada Juni 2020, kelompok John Kei melakukan serangan brutal di rumah Nus Kei di Green Lake City, Tangerang.
Penyerangan itu disertai aksi penembakan yang menewaskan seorang anak buah Nus Kei berinisial ER di Duri Kosambi.
Pada Oktober 2023, bentrokan kembali pecah di Kompleks Titian Indah, Bekasi, dengan korban jiwa dari kedua kubu.
Tewasnya Nus Kei di tanah kelahirannya sendiri menambah panjang daftar korban dari perselisihan keluarga yang berubah menjadi konflik faksi besar.
Keterlibatan seorang atlet MMA profesional seperti Hendrikus Rahayaan menunjukkan bahwa perseteruan ini telah merambah hingga generasi muda di dalam klan.
Pihak kepolisian kini memperketat pengamanan di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual guna mengantisipasi adanya aksi balas dendam.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang berwenang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok