Repelita Jakarta - Jalannya persidangan tingkat dunia di markas besar perserikatan bangsa bangsa mendadak riuh akibat adanya aksi protes diplomatik secara massal.
Melalui laporan visual yang disiarkan di kanal YouTube Tribun Video pada Jumat, 25 September 2026, dibeberkan momen pemboikotan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke mimbar.
ADVERTISEMENT
Dalam pidatonya di hadapan Sidang ke-81 PBB pada Kamis, 24 September 2026, Benjamin Netanyahu secara terbuka memamerkan alat penyerang komunikasi elektronik sembari melontarkan kalimat interaktif.
Ia menyatakan ucapan: "Israel telah menyerang Hamas, kami sudah menyerang Hizbullah. Kalian ingat pager ini?".
Aksi pamer tersebut dilakukan di tengah gelombang keluar ruangan atau walk out dari delegasi tujuh puluh tujuh negara, termasuk perwakilan diplomat dari Indonesia.
Merespons aula sidang yang mendadak kosong dan gaduh, Benjamin Netanyahu justru berseloroh melontarkan ejekan tajam ke hadapan forum.
Ia menyampaikan pernyataan: “Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang.”
Di samping dinamika sidang, perbincangan di kanal tersebut juga menyoroti keserasian pakaian formal jas biru dongker dan dasi merah yang dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping.
Menurut pengamat politik dari Universitas Oxford Enda Young, kesamaan gaya berbusana tersebut secara psikologis menandakan adanya keselarasan visi, kesetaraan status, serta rasa saling menghormati di antara kedua pemimpin dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok