Berita, Nasional

Di Depan Zulhas, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu Soroti Penguasaan Hutan Papua, “Orang Papua Nggak Punya, Kita Cuma Numpang”

Repelita.net

06 September 2026 16:54 WIB • 457 view

Di Depan Zulhas, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu Soroti Penguasaan Hutan Papua, “Orang Papua Nggak Punya, Kita Cuma Numpang”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyoroti persoalan penguasaan sumber daya alam di Papua ketika berbicara di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut kembali menjadi perhatian setelah akun X @yusuf_dumdum mengunggahnya pada 6 September 2026 disertai potongan video pernyataan Elisa Kambu.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa masyarakat lokal dinilai belum sepenuhnya menikmati kekayaan alam yang berada di wilayah Papua, khususnya sumber daya hutan.

Elisa Kambu menyampaikan, "Yang berikut ini, Papua ini seksi. Kami tinggal di Papua, tapi hutan ini sudah habis. Habislah ini, orang-orang Jakarta yang punya hutan ini. Jenderal punya hutan, konglomerat punya hutan. Orang Papua nggak punya, kita cuma numpang ini,".

Pernyataan tersebut disampaikan Elisa dalam forum Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature (PAPEDA) Summit 2026 di Gedung L Jitmau, Kota Sorong.

Dalam forum tersebut, Elisa juga menyinggung persoalan tanah masyarakat adat yang menurutnya masih menghadapi berbagai persoalan hukum dan sengketa dengan pihak yang menjalankan kegiatan ekonomi.

Ia meminta pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan hukum maupun status tanah adat agar masyarakat memiliki kepastian dan perlindungan atas wilayah yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Elisa juga menyoroti kondisi ketika aktivitas ekonomi seperti pertambangan masuk ke wilayah Papua sementara masyarakat setempat masih menghadapi ketidakjelasan mengenai hak atas tanah.

Pernyataan mengenai hutan dan tanah adat itu disampaikan di hadapan Zulkifli Hasan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian karena menyangkut hubungan antara pemanfaatan sumber daya alam, investasi, kepentingan masyarakat adat, serta pembagian manfaat ekonomi di daerah.

Sejumlah pengguna media sosial ikut memberikan tanggapan setelah video tersebut beredar kembali.

Akun @Marijoana_69 menulis, "Kalian emang dijajah. Baru sadar? Bulan cuma kalian. Rakyat di daerah lain juga. Tanah adat dirampas untuk proyek bagi2.".

Sementara akun @sadili69920 memberikan komentar, "Menyedihkan sekali kalau hutan sudah dikapling-kapling bajing, tinggal nunggu saat kehancurannya saja!!".

Akun @tinutuanricaroa menanggapi, "Sama dengan negeri ini, rakyat tinggal di negeri yg berlimpah sda, laut darat udara semua ada tapi kekayaan itu bukan milik rakyat tetapi milik segelintir orang, pejabat, konglomerat, dlsbnya sementara rakyat tetap miskin".

Komentar lain datang dari akun @rahimteruncu83 yang menulis, "Pesta Babi sudah benar mengungkap fakta.".

Akun @andriy1314 turut berkomentar, "Yg di papua diambil sumber dayanya, sisanya diambil pajaknya. WNI & seumur hidup emang combo maut🤣".

Sementara akun @dodzilla76 menulis singkat, "kasian Papua...".

Akun @mahardikaabet memberikan komentar, "penjajahan".

Di tengah ramainya pembahasan tersebut, persoalan pengelolaan hutan Papua tetap berkaitan dengan kebutuhan memastikan hak masyarakat adat, kepastian hukum atas tanah, serta manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat setempat.

Pernyataan Elisa Kambu menjadi sorotan karena disampaikan langsung dalam forum pembangunan berkelanjutan dan di hadapan pejabat pemerintah pusat, sehingga kembali memunculkan pembahasan mengenai tata kelola sumber daya alam di Papua.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung