Berita, Nasional

Di Depan Presiden Prabowo Bahlil Lahadalia Tegaskan Kekuasaan Tidak Bisa Menunggu Tetapi Harus Direbut

Repelita.net

10 June 2026 20:55 WIB • 1,160 view

Di Depan Presiden Prabowo Bahlil Lahadalia Tegaskan Kekuasaan Tidak Bisa Menunggu Tetapi Harus Direbut
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan tertinggi Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengutarakan pandangan politik yang cukup menyita perhatian publik tepat di hadapan Kepala Negara Prabowo Subianto.

Melalui sambutan resmi pada pembukaan Musyawarah Nasional organisasi pengusaha muda di kota Bandar Lampung, dirinya menyatakan bahwa kedudukan strategis harus diambil secara aktif.

ADVERTISEMENT

Agenda akbar yang berlangsung pada hari Rabu 10 Juni 2026 tersebut menjadi momen bagi dirinya untuk mengulas kembali dinamika perjalanan karier organisasinya terdahulu.

"Ada Pak Erwin Aksa, waktu beliau jadi Ketua Umum BPP HIPMI, saya pengurusnya, tapi saya disiksa juga dari jabatan," ujar Bahlil di hadapan Presiden Prabowo dan kader HIPMI.

Dirinya mengisahkan fase perjuangan dari struktur paling bawah di tingkat daerah sebelum akhirnya mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi kepengurusan tingkat pusat.

Peningkatan posisi struktural baru dirasakan secara signifikan setelah adanya kebijakan promosi dari nakhoda organisasi pada periode kepemimpinan selanjutnya.

"Begitu Pak Okto jadi ketua umum, baru saya punya pangkat dinaikkan menjadi ketua bidang infrastruktur," kenangnya.

Pola pikir mengenai hakikat perebutan kedudukan diakui mulai terbentuk pasca selesainya masa bakti kepengurusan senior yang membimbingnya kala itu.

Langkah berani sengaja diambil demi memotong waktu tunggu yang dinilai terlalu lama jika hanya mengandalkan pemberian formal dari pihak lain.

"Begitu Ketum Okto selesai, saya rebut kekuasaan jadi ketua umum. Karena kalau nunggu diberi terus, Pak, lama banget gitu loh," seloroh Bahlil sambil menatap hadirin di hadapannya.

Prinsip mengenai pentingnya mengambil tindakan nyata dalam perebutan kepemimpinan tersebut langsung menuai respons gemuruh dari seluruh peserta yang hadir di lokasi.

"Ternyata kekuasaan ini enggak bisa nunggu, harus rebut gitu! Jadi saya setelah Pak Okto, baru saya jadi ketua umum," tegas Bahlil disambut tepuk tangan.

Pernyataan terbuka ini dinilai oleh sejumlah pengamat strategis sebagai sinyalemen kuat mengenai peta persaingan kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

“Semakin populer dengan lagu MBG atau Mas Bahlil Ganteng, semakin besar peluang Bahlil menjadi figur nasional yang diperhitungkan. Dalam skenario tertentu, Bahlil bisa saja maju sebagai calon presiden pada 2029 menghadapi Prabowo Subianto,” kata Amir, dikutip Rabu 10 Juni 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung