Repelita Jakarta - Pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, secara terbuka melayangkan desakan keras agar diorama penumpasan G 30 S PKI di Markas Kostrad segera dipulihkan kembali.
Desakan tersebut disuarakan mengingat catatan sejarah penting mengenai operasi militer penumpasan pemberontakan masa lalu sempat mengalami pembongkaran kontroversial pada era kepemimpinan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Peristiwa pembongkaran diorama yang berada di Museum Dharma Bhakti Markas Kostrad Jakarta tersebut terjadi pada bulan September 2021 silam di bawah komando petinggi militer saat itu.
Monumen historis yang merekam rekam jejak kontribusi besar TNI Angkatan Darat dalam membendung laju kudeta dinilai telah dihilangkan secara sengaja demi kaburnya fakta sejarah.
Keberadaan figur-figur penting seperti Mayjen TNI Soeharto, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, hingga Jenderal AH Nasution dalam diorama tersebut menjadi motif logis di balik tindakan penghilangan tersebut.
Kebijakan yang diambil oleh pemerintahan masa lalu itu memicu kritik tajam karena dianggap mengabaikan nilai-nilai historis perjuangan bangsa dalam menghadapi ancaman ideologi terlarang.
Pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berlatar belakang militer dituntut untuk menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pelestarian sejarah nasional.
Langkah pemulihan monumen sejarah di Markas Kostrad dipandang sebagai ujian kepemimpinan bagi seorang jenderal TNI dalam menegakkan kembali memori kolektif bangsa yang sempat diabaikan.
Seluruh rangkaian peninjauan ulang terhadap kebijakan masa lalu serta perintah pemugaran diorama penumpasan pemberontakan diharapkan segera direalisasikan tanpa ada keraguan sedikit pun. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok