Berita, Nasional

Desak Usut Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, FORMASI Minta KPK Periksa Pejabat Negara Berinisial SS

Repelita.net

20 July 2026 00:19 WIB • 979 view

Desak Usut Aliran Dana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, FORMASI Minta KPK Periksa Pejabat Negara Berinisial SS
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Forum Masyarakat Antikorupsi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan pemeriksaan terhadap seorang pejabat negara berinisial SS.

Langkah ini diserukan terkait adanya dugaan aliran dana yang tersangkut dalam perkara hukum yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.

ADVERTISEMENT

Ketua Umum FORMASI, Jalih Pitoeng, menekankan bahwa verifikasi diperlukan untuk memastikan keterlibatan pihak tersebut dalam skandal yang kini menyita perhatian masyarakat luas.

“Jika benar terdapat dugaan penerimaan uang oleh pejabat negara, maka KPK harus segera mengambil langkah penyelidikan dan pemeriksaan secara profesional tanpa pandang bulu,” ujar Jalih dalam keterangannya, Ahad (19/7/2026).

Jalih berpendapat bahwa narasi yang berkembang tidak boleh dibiarkan menjadi spekulasi liar dan harus segera dibuktikan melalui prosedur hukum yang berlaku.

Keterlibatan lembaga antirasuah dianggap krusial guna menghindari potensi konflik kepentingan yang mungkin terjadi jika perkara hanya ditangani oleh institusi yang memiliki keterikatan kelembagaan.

“Karena ada dugaan keterkaitan dengan aparat penegak hukum, maka KPK perlu hadir untuk memastikan proses hukum berlangsung transparan, independen, dan bebas intervensi,” katanya.

Ia mengklaim bahwa SS memiliki kedekatan khusus dengan Febrie Adriansyah, namun belum membeberkan rincian identitas maupun bukti kedekatan yang dimaksud.

Menurutnya, prinsip kesetaraan di depan hukum atau equality before the law harus diterapkan secara mutlak dalam mengusut tuntas perkara tersebut.

“Semua pihak yang diduga mengetahui atau memiliki hubungan dengan perkara harus dimintai keterangan. Prinsip equality before the law harus ditegakkan,” ujarnya.

Pihak FORMASI juga mendorong penggunaan metode penelusuran aset atau follow the money untuk melacak apakah ada pihak lain yang menikmati hasil kejahatan tersebut.

Jalih menegaskan bahwa penegakan hukum harus mengungkap seluruh jejaring yang terlibat, bukan sekadar menetapkan tersangka tanpa menyentuh aktor intelektual lainnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak KPK maupun sosok SS menanggapi desakan yang dilontarkan oleh FORMASI tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung