Berita, Nasional

Deretan Mahakarya Legendaris Guruh Soekarnoputra yang Abadi dalam Sejarah Musik Indonesia

Repelita.net

26 September 2026 20:11 WIB • 116 view

Deretan Mahakarya Legendaris Guruh Soekarnoputra yang Abadi dalam Sejarah Musik Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Maestro seni sekaligus putra bungsu dari Presiden pertama Indonesia Sukarno dan Fatmawati, yakni Guruh Soekarnoputra, telah menorehkan jejak monumental dalam industri musik tanah air.

Seniman multitalenta tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu (26/9) sekitar pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia tujuh puluh tiga tahun.

ADVERTISEMENT

Semasa hidupnya, almarhum tidak hanya dikenal sebagai figur politikus, melainkan pencipta lagu ulung yang konsisten memadukan unsur seni modern dengan keindahan budaya Nusantara.

Terdapat enam karya gubahan sang maestro yang sangat melegenda, melekat di hati masyarakat luas, serta terus disenandungkan hingga era modern saat ini.

Lagu pertama yang sarat akan nuansa penghormatan tinggi adalah Melati Suci, sebuah komposisi megah yang kerap dibawakan dalam berbagai acara formal maupun kenegaraan.

Karya puitis tersebut pernah dinyanyikan oleh deretan penyanyi papan atas tanah air, salah satunya Vina Panduwinata, yang semakin mempertegas karakter kebangsaan dalam setiap baitnya.

Karya legendaris berikutnya adalah Kala Sang Surya Tenggelam yang begitu populer lewat suara merdu mendiang penyanyi legendaris Chrisye dengan aransemen musik yang sangat kuat.

Lagu bernuansa romantis dan penuh makna mendalam itu kian digandrungi generasi muda setelah kembali dipopulerkan oleh Nadin Amizah sebagai pengisi suara latar film populer.

Deretan mahakarya ciptaan sang seniman dilanjutkan dengan lagu Zamrud Khatulistiwa yang menggambarkan kekayaan alam serta keindahan luar biasa dari kepulauan Nusantara tercinta.

Lagu penuh energi positif tersebut melekat erat dengan karakter vokal khas Chrisye yang sukses membawanya terbang tinggi menjadi salah satu hymne kebanggaan bangsa.

Selain itu terdapat pula tembang berjudul Lenggang Puspita yang memadukan unsur melodi dinamis dengan identitas kebudayaan tradisional secara sangat harmonis dan memukau.

Eksistensi karya tersebut sekaligus membuktikan kecintaan yang begitu mendalam dari sang pencipta terhadap kelestarian seni budaya warisan leluhur bangsa Indonesia.

Tidak ketinggalan, lagu Galih dan Ratna yang mengisahkan romantisme kisah cinta abadi turut menghiasi perjalanan panjang dunia seni peran dan industri musik nasional.

Lagu ikonik tersebut bahkan diabadikan lewat berbagai versi aransemen serta latar film layar lebar yang sukses merajai tangga lagu populer pada masanya.

Daftar karya monumental ditutup dengan lagu berjudul Mahadaya Cinta yang menampilkan kepiawaian sang pencipta dalam meramu tema percintaan melalui lirik berkelas dan komposisi megah.

Di luar aktivitas penciptaan lagu, mendiang juga mendedikasikan hidupnya bagi seni pertunjukan dengan mendirikan Swara Maharddhika yang menggabungkan tari, musik, dan koreografi.

Proyek kolaborasi legendaris bertajuk Guruh Gipsy bersama kelompok musik Gipsy dan mendiang Chrisye juga menjadi tonggak sejarah penting perpaduan musik modern dan tradisional.

Seluruh warisan pemikiran serta karya besar tersebut memastikan nama sang maestro tetap abadi sebagai pilar penting dalam perkembangan kebudayaan Indonesia. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung