Berita, Nasional

Demonstrasi Mahasiswa di Makassar Memanas Usai Bentrok dengan Polisi Gara-Gara Polisi Tendang Ban yang Dibakar, Mahasiswa Balik Menyerang

Repelita.net

27 August 2026 23:35 WIB • 553 view

Demonstrasi Mahasiswa di Makassar Memanas Usai Bentrok dengan Polisi Gara-Gara  Polisi Tendang Ban yang Dibakar, Mahasiswa Balik Menyerang
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Unjuk rasa demonstran dari kalangan mahasiswa di kawasan Jalan AP Pettarani Rappocini Makassar berujung tegang akibat pembakaran ban di badan jalan.

Pihak aparat keamanan berusaha memadamkan api serta menggeser material pembakaran ke tepi jalan demi menjaga ketertiban umum.

ADVERTISEMENT

Kepolisian mengklaim komitmen awal bersama perwakilan pengunjuk rasa telah disepakati untuk menggelar aksi damai tanpa pembakaran barang.

Aparat langsung berupaya mengeksekusi penertiban sewaktu pengunjuk rasa memanfaatkan celah kelengahan petugas di lapangan.

"Sudah disepakati tadi tidak ada bakar ban, ini masih bakar ban," cetus salah seorang Polisi sambil menendang ban yang dibakar mahasiswa tersebut.

Tindakan aparat penegak hukum tersebut langsung direspons dengan aksi perlawanan balasan dari barisan pengunjuk rasa.

Material pembakaran yang telah dialihkan ke pinggir jalan kembali diseret ke tengah badan jalan oleh mahasiswa.

Kondisi tersebut memicu gesekan fisik hingga aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan barisan pengaman.

Insiden adu fisik tersebut menyebabkan sejumlah peserta demonstrasi terjatuh di permukaan jalan.

Meski situasi sempat memanas, pengunjuk rasa tetap memfungsikan armada peti kemas sebagai panggung utama Orasi.

Orator berorasi mengecam serangkaian program kerja eksekutif yang dinilai bermasalah di atas kendaraan tersebut.

"Ada banyak ladang korupsi di rezim pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti MBG dan Koperasi Merah Putih," teriak orator di atas mobil peti kemas sambil mengepalkan tangannya.

Pesan kritik pengunjuk rasa juga dituangkan dalam bentangan spanduk berukuran besar di lokasi unjuk rasa.

"17+8 bukan sekadar angka, itu suara rakyat, tuntaskan sekarang. Rezim binatang," tulis Mahasiswa dalam spanduknya.

Lembar pesan lainnya menuntut penghentian serta kaji ulang atas berbagai regulasi eksekutif.

"Evaluasi total kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat (MBG, Kopdes)," tertulis pada spanduk lainnya.

Orator mengingatkan dampak buruk yang menimpa masyarakat apabila berbagai program yang tidak tepat sasaran dibiarkan berjalan.

"MBG yang tidak tepat sasaran itu betul-betul tidak terealisasikan di masyarakat. Masyarakat akan menderita jika mendiami masalah ini," tegasnya.

Hingga petang hari, penutupan dua ruas jalan utama oleh tiga gelombang pengunjuk rasa mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan.

Peserta aksi mengusung tiga poin tuntutan utama, yaitu perampasan aset pelaku kejahatan korupsi, pemulihan penuh kedaulatan masyarakat, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung