Berita, Viral Sosmed

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Spanduk "Shut Up KDM" di GBLA: Terima Kasih Sudah Diingatkan

Repelita.net

26 April 2026 23:31 WIB • 1,140 view

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Spanduk "Shut Up KDM" di GBLA: Terima Kasih Sudah Diingatkan
Foto: Istimewa

Repelita Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons dengan santai kemunculan spanduk bertuliskan "Shut Up KDM" di tribun utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib Bandung kontra Arema FC beberapa waktu yang lalu .

Gubernur yang akrab disapa KDM ini menilai kritik dari para suporter tersebut sebagai bentuk pengingat yang sehat agar sepak bola tetap profesional dan tidak tercampur dengan kepentingan politik praktis .

ADVERTISEMENT

"Teman-teman Bobotoh (pendukung Persib) di tribun utara GBLA, saya ucapkan terima kasih. Saya sudah diingatkan agar tidak terlalu banyak bicara soal Persib," ujar Dedi dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOLJabar pada Minggu (26/4/2026) .

Menurut pandangannya atmosfer sepak bola memang harus steril dari berbagai narasi di luar olahraga sehingga kritik yang disampaikan melalui spanduk tersebut diterima sebagai bentuk kontrol publik yang konstruktif .

Di sisi lain pria yang akrab disapa KDM itu juga meluruskan polemik mengenai bonus Rp1 miliar untuk pemain Persib yang sempat ramai diperbincangkan oleh publik .

Ia menyebut bahwa dana bonus tersebut berasal dari sosok yang dikenal sebagai Bang Ara atau Asep Ara Sirait yang memiliki kedekatan sejarah dengan Jawa Barat sejak menempuh pendidikan di Universitas Parahyangan .

Dedi menjelaskan bahwa rencana pemberian bonus itu muncul dalam pertemuan antara dirinya Bang Ara dan manajemen Persib yang membahas target besar untuk meraih hattrick juara atau tiga gelar beruntun .

"Manajemen menyampaikan tantangannya berat, sehingga butuh dukungan besar. Dari situ, Bang Ara secara spontan menyatakan siap membantu," jelas Dedi mengenai asal-usul bonus tersebut .

Skema pemberian bonus dirancang khusus untuk pertandingan tandang di mana dari tujuh laga yang akan dijalani lima di antaranya akan mendapat suntikan dana masing-masing Rp1 miliar dengan total keseluruhan mencapai Rp5 miliar .

Dedi menegaskan bahwa sebelum menyampaikan informasi ini kepada publik ia telah memastikan aspek legalitasnya kepada manajemen klub terlebih dahulu .

Bahkan ia mengaku hingga tiga kali bertanya kepada manajemen apakah informasi mengenai bonus tersebut boleh dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat .

"Hasilnya tidak ada pelanggaran. Maka saya sampaikan secara terbuka karena prinsip saya transparansi," tegas Dedi membela keputusannya untuk mengumumkan bonus tersebut .

Meskipun sempat disarankan oleh beberapa pihak agar tidak mengumumkan bonus secara terbuka Dedi tetap membuka informasi tersebut sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus dukungan nyata kepada tim Persib Bandung .

Namun demikian ia mengajak seluruh publik dan suporter untuk tidak memperpanjang polemik yang tidak perlu dan meminta agar energi difokuskan untuk mendukung tim di lapangan .

"Sudah, tidak usah dibahas berlarut-larut. Fokus ke pertandingan ke depan agar target juara tiga kali berturut-turut bisa tercapai," katanya mengingatkan .

Di akhir pernyataannya Dedi kembali mengapresiasi kritik yang diterimanya melalui spanduk tersebut seraya mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dalam sepak bola .

"Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Hatur nuhun," pungkas Dedi Mulyadi mengakhiri pernyataan dengan bahasa Sunda .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung