Berita, Viral Sosmed

Data Karhutla BNPB Dituding Palsu Chanee Kalaweit Beberkan Bukti Satelit ke Presiden Prabowo

Repelita.net

15 October 2026 21:33 WIB • 93 view

Data Karhutla BNPB Dituding Palsu Chanee Kalaweit Beberkan Bukti Satelit ke Presiden Prabowo
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Keabsahan data mengenai luas wilayah kebakaran hutan dan lahan yang dilaporkan oleh instansi kebencanaan kini tengah dipertanyakan oleh pegiat lingkungan.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @arisvaraa pada tanggal 15 Oktober 2026.

Melalui unggahan itu, disampaikan bahwa laporan data spasial tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata yang terpantau melalui pencitraan visual udara.

"Aktivis lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, mempertanyakan angka 639,23 hektare karhutla yang dilaporkan Kepala BNPB Letjen Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (12/10/2026)," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Sanggahan terbuka mengenai validitas angka luasan wilayah terdampak tersebut disampaikan secara langsung oleh figur publik bersangkutan melalui kanal digital pribadinya.

"Lewat kolom komentar dan Instagram Story, Chanee menyebut angka itu palsu sambil membagikan citra satelit Zoom Earth dan NASA FIRMS per 15 Oktober yang memperlihatkan sebaran titik api di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," lanjutnya.

Dalam pertemuan resmi tersebut, kepala negara sebenarnya sempat menaruh atensi tersendiri serta meminta peninjauan ulang atas data luasan wilayah kebakaran yang disodorkan.

"Dalam rapat itu, Prabowo sendiri sempat meminta konfirmasi ulang karena mengira kebakaran masih puluhan hingga ratusan ribu hektare," sebut akun tersebut dalam narasinya.

Pihak otoritas penanggulangan bencana kemudian memberikan klarifikasi mengenai batasan definisi dari angka indikator yang tercantum dalam draf laporan berkala mereka.

"BNPB kemudian menjelaskan, angka itu bukan total luas lahan terbakar secara nasional, melainkan area yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas, dan per 14 Oktober diperbarui menjadi 663 hektare," tambahnya.

Karakteristik dari sebaran titik api pada ekosistem spesifik tertentu juga turut dipaparkan sebagai alasan di balik pekatnya kepulan asap yang melanda wilayah terdampak.

"Menurut BNPB, kebakaran gambut bisa membakar hingga ke bawah permukaan tanah, sehingga asapnya jauh lebih besar dibanding luas yang terlihat," jelasnya lebih detail mengenai fenomena tersebut.

Lebih jauh lagi, instansi terkait juga menguraikan sebaran luasan wilayah titik api yang sebagian besar berada di dalam kawasan suaka alam lindung nasional.

"Sementara itu, dari 639 hektare tersebut, 513,89 hektare berada di Taman Nasional Tanjung Puting yang menurut Suharyanto merupakan lahan mineral, bukan gambut," demikian tutup akun tersebut dalam unggahan tertulisnya.

Unggahan mengenai silang pendapat perihal data bencana alam ini seketika dibanjiri tanggapan tajam serta kritik dari para pengguna media sosial.

Seorang warganet melontarkan tuduhan serius mengenai adanya tindakan kesengajaan dalam menyembunyikan fakta riil bencana yang terjadi di lapangan.

"Memang ini dibakar, hutan sengaja dibakar, dibiarkan, ditutup2i oleh NEGARA, jadi ini kejahatan sistematis," tulis akun @asep30721 memberikan opini keras.

Netizen lainnya turut melayangkan sentilan bernada negatif yang ditujukan secara umum kepada performa kerja dari figur berlatar belakang korps militer.

"Orang militer ga ada yang bener ya kerjanya," ungkap akun @brojonni menuliskan komentarnya.

Desakan agar pucuk pimpinan pemerintahan melakukan peninjauan secara langsung guna memastikan kebenaran kinerja jajaran bawahannya juga disampaikan oleh warganet lain.

"Harusnya pak pres cek lapangan langsung bukannya menerima laporan saja, bener gak kerja para menteri dan jajaran bawahannya gitu," tutur akun @mahmudahshalihah menyampaikan saran.

Komentar bernada sindiran mengenai kultur birokrasi yang sekadar berupaya menyenangkan pimpinan tanpa menyajikan fakta objektif turut disematkan oleh seorang pengguna.

""Asal bapak senang"," tulis akun @thalia_fransnath secara singkat menggunakan tanda kutip.

Sementara itu, akun lain memberikan pembelaan terhadap instansi kebencanaan dengan menyoroti minimnya alokasi anggaran operasional jika dibandingkan program prioritas negara lainnya.

"Gabisa nyalahin BNBP yg dikasih budget setahun yg ga nyampe 1 minggu MBG ituuh, untuk luasan negara setara eropa, rentan bencana alam, topologi kompleks kepulauan. Tanyain pusatnya, kok bisa setega itu kasih budget 1 tahun segitu, gitu? Apakah 💩💩 anak2 lbih pnting dri nyawa 250jjt manusia di seluruh negeri?" ungkap akun @kisah_by_c_ren mengakhiri rangkaian respons publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok










View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung