Berita, Timur Tengah

Dark Jokes Trump! Ganti Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'

Repelita.net

28 March 2026 16:47 WIB • 1,056 view

Dark Jokes Trump! Ganti Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'
Foto: Istimewa

Repelita Miami - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan lelucon atau dark jokes yang mengundang tawa hadirin di Future Investment Initiative, sebuah konferensi bisnis yang diselenggarakan oleh Arab Saudi di negara bagian Florida pada Jumat, 28 Maret 2026, dengan menyebut Selat Hormuz sebagai Selat Trump.

Dalam pidatonya yang sarat dengan kritik terhadap Iran, Trump sempat mengeluarkan candaan tentang penggantian nama jalur perairan strategis tersebut ketika ia mendesak Teheran untuk segera membuka blokade yang dilakukan sejak konflik pecah.

ADVERTISEMENT

Kita sedang bernegosiasi sekarang, dan akan sangat bagus jika kita bisa melakukan sesuatu, tetapi mereka harus membukanya, mereka harus membuka Selat Trump, maksud saya Hormuz, maaf saya sangat menyesal, kesalahan yang mengerikan, demikian kelakar Trump yang disambut tawa dari para hadirin.

Sebelumnya, Trump juga mengecam perilaku regional Iran dengan menyebut negara itu sebagai pengganggu yang pengaruhnya kini semakin berkurang di bawah operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai pengganggu di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi pengganggu, mereka sedang dalam pelarian, demikian pernyataan Trump yang mengawali pidatonya di hadapan para pejabat dan pengusaha yang hadir.

Trump berpendapat bahwa agresi teror dan pemerasan nuklir yang dilakukan oleh Iran telah mendefinisikan sikap negara itu selama beberapa dekade terakhir dalam percaturan politik regional.

Malam ini kita lebih dekat dari sebelumnya pada kebangkitan Timur Tengah yang akhirnya bebas dari agresi teror Iran dan pemerasan nuklir, kata Trump dalam pidatonya yang diwarnai dengan berbagai sindiran terhadap Teheran.

Trump juga menolak untuk menyebut operasi militer yang sedang berlangsung sebagai perang, dan mengaku lebih suka menyebutnya sebagai operasi militer dalam berbagai kesempatan pidatonya.

Dalam kesempatan itu, ia mendesak Iran untuk segera membuka blokade yang dilakukan terhadap Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Sejak Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran pada akhir bulan lalu, Teheran memutuskan untuk memblokir Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan terhadap agresi yang dilakukan oleh Washington dan sekutunya.

Sama seperti sebelumnya, Trump tidak lupa melontarkan kritikan tajam terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO yang menurutnya membuat keputusan keliru dengan tidak bergabung dalam perang melawan Iran.

Ia menyebut keputusan aliansi militer tersebut untuk tidak ikut serta dalam konflik sebagai kesalahan besar yang akan berdampak pada hubungan ke depan.

Kami akan selalu ada untuk mereka, tetapi sekarang berdasarkan tindakan mereka, saya rasa kami tidak perlu lagi, demikian pernyataan Trump yang mengecewakan sikap sekutu-sekutunya di NATO.

Ia mengaku melancarkan perang terhadap Iran untuk mendapatkan rasa hormat dari dunia, sebuah alasan yang menurutnya menjadi motivasi utama di balik operasi militer yang dilancarkan.

Kami membantu banyak sekutu, dan kami belajar tentang sekutu lain, kami belajar bahwa sekutu lain tidak ada di sana, ujar Trump mengkritik negara-negara yang tidak ikut serta dalam koalisi melawan Iran.

Kami tidak membutuhkan mereka, tetapi mereka tidak ada di sana jika kami membutuhkan mereka, dan itu akan sangat merugikan mereka, lanjutnya dengan nada ancaman yang tersirat kepada negara-negara sekutu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung