Berita, Nasional

Connie Bakrie Pertanyakan Bibit Bebet Bobot Pemimpin Nasional Sikapi Isu Konstitusi

Repelita.net

16 October 2026 16:55 WIB • 40 view

Connie Bakrie Pertanyakan Bibit Bebet Bobot Pemimpin Nasional Sikapi Isu Konstitusi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wacana mengenai pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belakangan ini kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Terkait dinamika politik tersebut, pengamat militer dan pertahanan bernama Connie Rahakundini Bakrie ikut memberikan tanggapan serius.

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan pandangannya mengenai buku karyanya yang berjudul "Dari Mimpi Peradaban Menuju Kelahiran Bangsa Berkesadaran" saat berbicara di sebuah kanal YouTube.

Melalui tayangan video tersebut, Connie Rahakundini Bakrie membacakan tulisan pada halaman empat puluh mengenai refleksi situasi perpolitikan.

"Politik seperti yang kita ketahui sudah mati Ia telah menjadi teater banal diperankan oleh boneka ditulis oleh ketakutan dan dibiayai oleh pecundang," ujar Connie Rahakundini Bakrie.

Menurut penjelasan Connie Rahakundini Bakrie, publik harus berani melihat realitas serta menyatakan kondisi yang sebenarnya secara jujur.

Ia berpendapat bahwa keadaan panggung politik di tanah air saat ini sudah berada dalam kondisi yang tidak terlalu bersih.

Segala bentuk suara kebenaran dari kalangan akademisi maupun pemikir filsafat dinilai dapat hilang seketika akibat ulah pihak tertentu.

"Itu kan bisa dengan sesaat sirna dengan serangan parabazers yang dibiayai oleh pecundan dan itu membentuk pola persepsi masyarakat kita," jelas Connie Rahakundini Bakrie.

Lebih lanjut, Connie Rahakundini Bakrie juga menceritakan pengalamannya ketika memutuskan untuk berangkat dan menjadi guru besar di Rusia.

Langkah tersebut menurutnya berkaitan erat dengan situasi menjelang pemilihan presiden yang sempat diwarnai perdebatan mengenai pencalonan pasangan tertentu.

"Riuh hirup pikuk majunya Gibran dengan menabrak MK maju sebagai cawapres Saya harus ulangi kata-kata ini karena berapa hari lalu saya bertemu dengan Suryap Paalo Hm 3 hari lalu dan dia mungkin mendengar beberapa kalimat saya dalam beberapa pertemuan yang mendukung gerakan yang disampaikan gerakan moral ya disampaikan oleh Pakistu dan kawan-kawan Menurut Pak Surya salah kalau itu dimunculkan sekarang H," tutur Connie Rahakundini Bakrie.

Pernyataan dari tokoh politisi senior tersebut diakui sempat membuat dirinya merasa sangat terkejut saat mendengarnya secara langsung.

Dirinya mengkhawatirkan dampak jangka panjang yang mungkin saja terjadi terhadap keberlangsungan tata negara jika sebuah keputusan dipaksakan.

Connie Rahakundini Bakrie menegaskan pentingnya melihat rekam jejak, kualitas, serta integritas personal dari seorang calon pemimpin negara.

Ia mengibaratkan hal tersebut dengan tradisi masyarakat Jawa yang selalu mengutamakan aspek bibit, bebet, dan bobot secara matang.

"Masa kita cari mantu harus lihat bibit bebbet bobot Kemudian cari pemimpin kita seolah-olah membiarkan bibit-bobot bibit bebbit bobot itu ditabrak-tabrak," pungkas Connie Rahakundini Bakrie.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung