Berita, Nasional

Connie Bakrie Bongkar Ancaman Perang Global! Utang RI & Arah Kepemimpinan Disorot Keras

Repelita.net

10 October 2026 14:43 WIB • 116 view

Connie Bakrie Bongkar Ancaman Perang Global! Utang RI & Arah Kepemimpinan Disorot Keras
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Permasalahan berat mengenai lonjakan utang negara yang dihadapi Indonesia kini tengah menjadi sorotan tajam di tengah ancaman geopolitik dunia.

Beban finansial tersebut dibeberkan secara rinci oleh pengamat militer dan pertahanan, Prof. Connie Rahakundini Bakrie, dalam sebuah tayangan diskusi.

ADVERTISEMENT

Pernyataan krusial itu ditayangkan secara daring melalui kanal YouTube simpul politik.

Dalam dialog tersebut, Connie Rahakundini Bakrie memaparkan angka utang luar negeri Indonesia yang terus mengalami kenaikan signifikan.

Ia menyebutkan perbandingan utang pada masa awal serta akhir jabatan kepemimpinan nasional terdahulu hingga posisi terkini.

"Januari 2014 hutang kita itu sori 2009 ya 2606 akhir jabatan di 2019 hutangnya sudah 4.500 triliun oke Pak Jokowi itu akhir masa jabatan kedua kemarin nih ya inilah 8.502. 2 luar biasa oh my God rincian untuk 2024 ya januari 8,2 triliun Februari 8,3 Maret 8262 April 833 hah julai per Julai aja nih ya 8,5 triliun artinya apa kita itu utang kita sekitar 71,60%," kata Connie Rahakundini Bakrie saat berbicara dalam video tersebut.

Pembawa acara sekaligus mantan Ketua KPK, Abraham Samad, memandu jalannya perbincangan mendalam tersebut.

Ia melontarkan pertanyaan tajam mengenai kesiapan finansial dan militer Indonesia menghadapi eskalasi konflik internasional.

Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menyatakan bahwa beban utang yang menumpuk dapat membelenggu kebijakan strategis pertahanan nasional.

Lonjakan pembiayaan tersebut dinilai memberikan beban yang sangat masif bagi kepemimpinan nasional yang baru.

Kondisi keuangan negara ini diprediksi akan sangat memengaruhi ruang gerak pemerintah dalam menentukan kebijakan strategis nasional.

Selain masalah ekonomi, anggaran yang ketat ini berdampak langsung pada sektor pertahanan dalam menghadapi situasi di kawasan luar.

Keterbatasan dana menjadi tantangan besar mengingat adanya potensi gesekan bersenjata global, terutama di wilayah Laut China Selatan.

Di kawasan perairan itu, kesiapan militer asing seperti pakta pertahanan Aukus terpantau terus meningkatkan kewaspadaan mereka.

Indonesia dituntut untuk segera mengalihkan orientasi sistem keamanan dari dalam negeri menuju ke luar demi mengantisipasi ancaman nyata.

Hingga saat ini, persoalan jatuh tempo pembayaran utang pada periode mendatang masih memicu perdebatan hangat di kalangan publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung