Berita, Nasional

Chusnul Chotimah Sentil PSI Terkait Polemik Grace Natalie: Solidaritas Cuma Omon-omon?

Repelita.net

14 May 2026 22:45 WIB • 657 view

Chusnul Chotimah Sentil PSI Terkait Polemik Grace Natalie: Solidaritas Cuma Omon-omon?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Chusnul Chotimah melayangkan sindiran keras terhadap Partai Solidaritas Indonesia menyusul mencuatnya polemik hukum yang menimpa salah satu tokoh utama pendiri organisasi tersebut.

Oposisi siber tersebut menilai atmosfer kekeluargaan di internal parpol berlambang bunga mawar itu kini telah mengalami pergeseran nilai yang sangat masif jika disandingkan dengan masa awal pembentukannya.

ADVERTISEMENT

Dirinya meyakini telah terjadi keretakan struktural yang sangat serius di dalam lingkaran elite pengambil keputusan tertinggi parpol anak muda tersebut sehingga merusak soliditas antaranggota di lapangan.

“Ternyata separah ini kerusakan di tubuh PSI,” ujar Chusnul dikutip fajar.co.id, Kamis 14 Mei 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada salah satu intelektual partai yang dinilai berani bersuara lantang untuk membongkar kejanggalan perlakuan manajemen terhadap sang mantan ketua umum ke hadapan publik.

“Terimakasih pak Ade Armando sudah bicara,” lanjutnya.

Chusnul mencemooh jargon kepedulian bersama yang selama ini selalu diagungkan oleh parpol tersebut dalam setiap kampanye politiknya karena dinilai berbanding terbalik dengan realitas pengabaian kader.

“Ternyata kata solidaritas itu cuma omon-omon,” tukasnya.

Bagi dirinya, fenomena pecahnya kongsi di dalam internal kepengurusan pusat merupakan sebuah fakta empiris yang tidak bisa ditutupi lagi dengan berbagai narasi pencitraan di media massa.

“Ada perpecahan di PSI itu fakta. PSI sudah tidak seperti yang dulu,” imbuhnya.

Ia juga mengkritik pergeseran orientasi ideologis parpol yang dituding mulai tergiur memanfaatkan komoditas isu sektarian demi mendongkrak perolehan suara dari kelompok pemilih relijius di daerah.

“PSI sekarang sdng mainkan politisasi agama demi mengejar pemilih muslim,” ungkapnya.

Dirinya mengaku sama sekali tidak terkejut melihat fenomena tersingkirnya para pejuang lama oleh para tokoh migrasi baru yang secara instan mendapatkan karpet merah jabatan strategis di tingkat wilayah.

“Soal kader lama disingkirkan sama yg baru sy sih ga kaget, lihat aja didaerah, kader buangan dari partai lain langsung dijadikan petinggi partai,” tandasnya.

Merespons memanasnya isu pengabaian struktural tersebut, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan polemik pelaporannya ke Bareskrim Polri.

Mantan jurnalis televisi tersebut menegaskan bahwa ketiadaan tim penasihat hukum dari badan bantuan parpol murni merupakan atas dasar kemauan pribadinya dan bukan karena adanya penolakan dari pengurus.

“Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, jadi saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Senin kemarin.

Ia menyatakan secara jantan siap bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yuridis dari materi konten digital yang dipermasalahkan oleh pihak pelapor tanpa perlu membebani nama besar organisasi.

“Video tanggapan terkait ceramah Jusuf Kalla itu diunggah atas nama pribadi sebagai masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Grace juga mengaku sangat optimis bahwa draf argumentasi yang dilontarkannya di media sosial murni merupakan hak konstitusional warga negara dalam berpendapat serta bebas dari unsur pelanggaran pidana.

“Saya optimis bahwa di sana tidak ada pelanggaran hukum, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan PSI and normal-normal saja kok pernyataannya itu,” lanjut Grace.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali sempat memicu polemik nasional setelah secara terbuka mengumumkan bahwa institusinya tidak akan mengawal proses hukum yang dihadapi oleh sang pendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung