Repelita Jakarta - Panggung politik nasional kembali memanas menyusul silang pendapat di antara para pegiat media sosial terkait strategi elektoral sejumlah tokoh menjelang kontestasi pemilihan presiden.
Perdebatan panas tersebut bermula dari sebuah unggahan akun media sosial @ch_chotimah2
ADVERTISEMENT
yang dibagikan secara terbuka kepada publik pada tanggal 4 September 2026.
Pemilik akun tersebut melontarkan kritik keras terhadap narasi yang dihembuskan oleh pihak lawan yang dianggap menyebarkan informasi keliru demi mendiskreditkan figur kepala daerah tertentu.
Dalam narasinya, akun tersebut menuliskan kalimat: Termul @tham878 fitnah pak Pram suruh buzzernya untuk menyerang dirinya sendiri agar namanya masuk survey top of mind capres 2029.
Unggahan itu berlanjut dengan pembelaan rekam jejak kemenangan politik sang tokoh dalam perhelatan pemilihan kepala daerah sebelumnya tanpa bantuan koalisi besar.
Ia menuliskan argumen tambahan berbunyi: Untuk apa pak Pram lakukan itu? Termul lupa di pilkada DKI pak Pram yg awalnya masuk survey aja nggak tapi bisa menang dari calonnya Jokowi yg juara survey dan dibantu Prabowo, Demokrat dan PKS?.
Analisis politik tersebut diperkuat dengan proyeksi pesimis terhadap kekuatan kubu lawan dalam menghadapi konstelasi politik nasional tanpa dukungan koalisi partai yang sama.
Pengguna akun tersebut menuliskan kalimat penutup cuitannya berbunyi: Apalagi nanti 2029 sudah nggak dibantu Prabowo, PKS dan Demokrat. Jadi maklumi aja, termul memang begitu makin panik makin bungul.
Cuitan yang menyedot perhatian ratusan tayangan tersebut seketika memicu beragam tanggapan pro dan kontra dari para warganet di kolom balasan postingan.
Salah satu tanggapan datang dari akun @Boedak_Korporat yang melontarkan sanggahan atas klaim ketidakterlibatan pendukung partai dalam arus serangan siber.
Akun tersebut menuliskan komentar kritikan berbunyi: Lah kan faktanya gitu mas Andi, soalnya yang nyerang dia buzzer buzzer PDIP , jadi wajar dong, bahkan si @BosPurwa ikut nyerang secara tersirat, jadi menurut gue wajar , yang ga wajar itu lu 🤭🤣.
Komentar bernada dukungan terhadap argumen utama turut disampaikan oleh akun @Octomanalu28 yang menyoroti budaya penyebaran disinformasi di ruang digital.
Pengguna akun tersebut menuliskan tanggapan pedas berbunyi: Ilmu yang Sama dari junjungannya Jokowi yang sebarkan berita bohong kader PDIP...jadi provokator di Instagram nya.... Garis besar nya.... Junjungannya tukang bohong...termulnya...lebih berbohong lagi.
Perdebatan sengit antarwarganet ini mencerminkan betapa tingginya ketegangan opini publik dalam mengawal manuver politik para elite menjelang tahun pemilihan mendatang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Termul @tham878 fitnah pak Pram suruh buzzernya untuk menyerang dirinya sendiri agar namanya masuk survey top of mind capres 2029.
— Chusnul ch💞timah (@ch_chotimah2) September 4, 2026
Untuk apa pak Pram lakukan itu?
Termul lupa di pilkada DKI pak Pram yg awalnya masuk survey aja nggak tapi bisa menang dari calonnya Jokowi yg juara… pic.twitter.com/cHBEYqx9f7