Berita, Nasional

Bukti dan Saksi Ijazah Palsu Sudah Lengkap, Jokowi dan Gibran Kapan Dipanggil?

Repelita.net

22 October 2026 17:04 WIB • 59 view

Bukti dan Saksi Ijazah Palsu Sudah Lengkap, Jokowi dan Gibran Kapan Dipanggil?
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sekelompok elemen masyarakat sipil kembali mendatangi gedung penegak hukum pusat demi mendesak penuntasan laporan kasus dugaan manipulasi berkas administrasi mantan presiden.

ADVERTISEMENT

Rangkaian penyampaian desakan hukum yang dipimpin langsung oleh tokoh pergerakan tersebut disiarkan secara visual melalui rekaman pada kanal YouTube Bang Edy Channel.

Koordinator lapangan tim pemburu ijazah palsu Rizal Fadilah menjabarkan dua poin tuntutan utama kedatangan mereka di depan awak media.

"kami dari tim pemburu ijazah palsu Joko Widodo seperti biasa selalu datang ke Bares Krim untuk dua hal yang pertama adalah mempertanyakan surat kami yang terdahulu ya satu pekan yang lalu," ujar Rizal Fadilah dalam orasinya pada Kamis tanggal 22 Oktober 2026.

Rizal Fadilah menjelaskan hasil penelusuran tim administrasi yang menunjukkan bahwa surat permohonan tersebut kini telah berada di tingkatan pucuk pimpinan penegak hukum.

Pihaknya menuntut pengalihan penuh proses penyelidikan berkas perkara dari tingkat daerah untuk ditarik ke ranah operasional markas besar.

"surat itu ada di meja Bares Krim K Bareskrim jadi di Pak ee Komjenpol AFrudin jadi masih di mejanya ya kita menunggu nanti dari meja itu ke meja mana gitu kan yang akan sampai kepada tingkat e operasionalnya gitu kan yang menjadi tuntutan kita," lanjut Rizal Fadilah.

Selain masalah pemindahan berkas, tim juga menuntut pemanggilan resmi terhadap sejumlah faksi asal Solo yang ditengarai mengetahui proses administratif masa lalu mantan presiden.

Beberapa nama yang disebut dalam tuntutan antara lain Anggit Nugroho selaku mantan asisten pribadi, relawan bernama Widodo, hingga kerabat dekat bernama Sigit Widyawan.

Aktivis pergerakan nasional Rustam turut menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan baru di lembaga kepolisian agar berani bertindak independen tanpa intervensi faksi politik lama.

"saya meyakini bahwasanya kapori yang baru ini adalah kaporinya Pak Prabowo Subianto bukan kaporinya Joko Widodo gitu loh jadi kemungkinan besar kasus ijasah Joko ini akan terbongkar," ungkap Rustam optimis.

Perwakilan hukum lainnya bernama Kurnia mengingatkan bahwa proses penelitian terhadap surat desakan penanganan perkara ini telah bergulir selama lima bulan tanpa progres radikal.

Kurnia mendesak diterbitkannya surat perintah penyelidikan resmi agar memotong jarak keraguan publik serta membuktikan slogan kedekatan aparat dengan elemen masyarakat.

Rangkaian aksi damai ditutup dengan penyerahan dokumen berkas tambahan secara formal sebelum barisan massa membubarkan diri secara tertib dari area pelataran gedung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung