Berita, Nasional

Budi Gunadi Sadikin Maju Bursa Calon Direktur Jenderal WHO Atas Restu Presiden

Repelita.net

01 September 2026 14:09 WIB • 451 view

Budi Gunadi Sadikin Maju Bursa Calon Direktur Jenderal WHO Atas Restu Presiden
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tugas khusus untuk bertarung dalam bursa pencalonan pimpinan tertinggi badan kesehatan global secara resmi diamanahkan langsung oleh kepala negara kepada menteri kesehatan kabinet saat ini.

Kepercayaan tersebut diberikan karena Indonesia dinilai sebagai kekuatan besar dunia yang selama ini belum pernah menduduki posisi puncak pada lembaga di bawah naungan perserikatan bangsa-bangsa tersebut.

ADVERTISEMENT

"Bapak Presiden yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tetapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB. Jadi, Beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya (saya) diminta agar coba untuk maju," ucap pejabat kesehatan nasional itu saat memberikan keterangan pers di istana kepresidenan.

Keputusan maju dalam bursa tersebut juga didorong oleh pentingnya mengangkat suara kawasan berkembang dunia yang memiliki jumlah penduduk masif namun kerap kurang terakomodasi kepentingannya secara internasional.

"Banyak sekali negara-negara yang merasa bahwa perwakilan atau suara dari negara-negara berkembang atau Global South ini harus lebih didengar," tuturnya.

Amanah besar pun secara khusus dititipkan oleh pimpinan tertinggi eksekutif agar kepentingan populasi dari negara-negara berkembang dapat diperjuangkan secara maksimal di panggung global.

"Beliau (Presiden Prabowo) menitipkan amanah ke saya, kalau bisa wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global," ungkapnya lebih lanjut di hadapan para pewarta berita.

Proses seleksi untuk posisi strategis tersebut diakui membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena harus melalui berbagai tahapan penyaringan ketat hingga tersisa tiga nama terkuat calon pemimpin badan kesehatan dunia itu.

Lembaga kesehatan internasional tersebut selama ini berada di bawah komando mantan menteri asal ethiopia yang mencatatkan sejarah sebagai tokoh benua afrika pertama yang memimpin organisasi tersebut.

Masa kepemimpinan petahana saat ini merupakan periode keduanya yang telah berjalan sejak pertama kali memegang kendali institusi tersebut pada tahun dua ribu tujuh belas dan berlanjut hingga tahun dua ribu dua puluh tujuh mendatang.

Berdasarkan pengumuman resmi badan kesehatan dunia yang diperbarui menjelang akhir bulan agustus, tercatat ada empat tokoh kuat dari berbagai negara yang masuk dalam daftar bursa pencalonan resmi.

Deretan kandidat yang bersaing ketat memperebutkan posisi tersebut meliputi perwakilan dari tanah air, Belgia, Arab Saudi, serta tokoh terkemuka asal Qatar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung