Berita, Nasional

Budi Arie Setiadi Bantah Isu Hoaks Wapres Gibran Rakabuming Raka Bakal Mundur Usai Salat Jumat

Repelita.net

08 October 2026 19:49 WIB • 110 view

Budi Arie Setiadi Bantah Isu Hoaks Wapres Gibran Rakabuming Raka Bakal Mundur Usai Salat Jumat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ruang siber nasional dihebohkan oleh peredaran kabar burung mengenai rencana pengunduran diri secara mendadak dari pucuk pimpinan wakil kepala negara dalam waktu dekat. Rumor politik yang beredar luas melalui pesan berantai tersebut langsung memicu perhatian serius dan polemik hangat di tengah masyarakat sipil.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi bergerak cepat melayangkan bantahan keras guna meredam potensi kegaduhan publik yang sengaja diembuskan pihak tertentu. Peringatan tegas mengenai pentingnya memfilter kejelasan sumber informasi disampaikan oleh Budi Arie Setiadi pada Kamis, delapan Oktober dua ribu dua puluh enam.

ADVERTISEMENT

Pihak organisasi kemasyarakatan tersebut mensinyalir adanya upaya adu domba sistematis dari kelompok anonim yang memanfaatkan momentum politik pascasidang tata negara. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta melakukan verifikasi berlapis terhadap tangkapan layar percakapan digital yang marak tersebar di aplikasi perpesanan.

Mengenai peredaran gambar percakapan ilegal tersebut Budi Arie Setiadi menegaskan, "Hati-hati beredar hoax tangkapan layar yang sengaja dibuat dan disebar oleh kelompok pengadu domba". Klarifikasi resmi dari tokoh pergerakan tersebut dirilis ke hadapan publik pada Kamis, delapan Oktober dua ribu dua puluh enam.

Dalam narasi tanpa identitas yang beredar diklaim adanya pertemuan rahasia tokoh internal organisasi bersama mantan presiden ketujuh guna membahas kelanjutan dinamika kabinet. Kabar bohong itu menyebutkan bahwa pengunduran diri akan diumumkan secara terbuka tepat setelah pelaksanaan salat Jumat di akhir pekan.

Isu liar tersebut juga dibumbui klaim sepihak mengenai pertemuan tingkat tinggi para pimpinan nasional hingga rencana pembagian jatah kursi menteri untuk partai tertentu. Namun seluruh pesan tertulis itu sama sekali tidak menyertakan bukti autentik atau pernyataan resmi dari institusi kepresidenan.

Berkenaan dengan kebohongan klaim fasilitas kekuasaan tersebut Budi Arie Setiadi memaparkan, "Klaim mengenai beliau akan mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden maupun isu memperoleh tiga kursi menteri juga tidak boleh langsung dipercaya hanya berdasarkan tangkapan layar atau pesan whatsApp yang sumbernya tidak jelas".

Publik diminta untuk melokalisir sumber rujukan informasi politik hanya melalui kanal resmi kementerian, lembaga negara, atau konfirmasi langsung pihak terkait. Desakan klarifikasi ini mencuat di tengah sorotan publik atas dibacakannya amar putusan sengketa hasil pemilu oleh jajaran hakim konstitusi.

Dalam pertimbangan hukumnya lembaga peradilan menegaskan tidak menemukan bukti meyakinkan perihal kesetaraan berkas administrasi kelulusan luar negeri milik wakil presiden terpilih. Kendati demikian institusi hukum menolak membatalkan status pelantikan karena perkara tersebut dinilai berada di luar domain rezim perselisihan hasil pemilu.

Guna mencegah dampak penurunan stabilitas nasional Projo meminta publik tidak gegabah mengaitkan pesan gelap siber sebagai keputusan administrasi negara yang sah. Sambil menutup penjelasan resminya Budi Arie Setiadi mengingatkan, "Jangan sampai segala informasi yang beredar melalui pesan anonim kemudian dianggap sebagai keputusan resmi pemerintah".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung