Berita, Nasional

Budi Arie Ingatkan Politisi Senior Jangan Anggap Remeh Energi Politik Anak Muda

Repelita.net

09 October 2026 14:46 WIB • 147 view

Budi Arie Ingatkan Politisi Senior Jangan Anggap Remeh Energi Politik Anak Muda
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemimpin tertinggi organisasi sukarelawan Pro Jokowi (PROJO), Budi Arie Setiadi, memberikan sebuah peringatan mengenai besarnya dominasi serta eksistensi kelompok muda dalam konstelasi politik nasional.

Pernyataan krusial tersebut diungkapkan oleh sosok Budi Arie Setiadi saat menghadiri sesi wawancara khusus pada platform digital melalui kanal YouTube @sinkosindonesia yang ditayangkan pada Jumat, 9 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Langkah ini diambil untuk memberikan atensi tersendiri bagi para aktor politik kawakan agar tidak memandang sebelah mata terhadap kekuatan masif yang dimiliki oleh generasi penerus bangsa.

Budi Arie Setiadi menganggap kaum muda mempunyai stamina yang sangat prima sekaligus bentangan waktu yang masih sangat panjang untuk berevolusi menjadi nakhoda kepemimpinan masa depan.

Keunggulan mutlak yang dimiliki oleh generasi penerus ini terletak pada aspek durasi dan peluang emas untuk terus menggembleng kualitas kepemimpinan mereka di dalam kancah politik tanah air.

“Saya selalu bilang, hati-hati ke teman saya. Lu jangan lawan anak muda. Dia punya energi. Jangan sekali-kali lu lawan anak muda,” ujar Budi Arie.

Fenomena pergeseran generasi ini dinilai sebagai kepastian alami karena tokoh-tokoh senior akan terus beranjak menua, sedangkan tokoh-tokoh muda justru akan semakin memperlihatkan kecemerlangan performa mereka.

"Kita makin menua, dia makin bersinar. Dia masih paling muda, belum 40 tahun. Energi politiknya, waktu politiknya masih panjang," tambahnya.

Dirinya menggarisbawahi bahwa figur pemimpin yang tangguh tidak akan pernah tercipta melalui jalan pintas yang instan, melainkan harus ditempa lewat berbagai dinamika serta ujian yang berat.

“Kalau pemimpin enggak digodok, bukan pemimpin. Biar saja. Semua yang prosesnya keras pasti jadi petarung sejati,” tegasnya.

Rentetan kompetisi dan ujian berat dalam dinamika politik tersebut harus dijadikan sebagai medium penggodaan karakter yang kuat, bukan menjadi alasan untuk mundur dari perjuangan.

Mentalitas kepemimpinan yang matang justru lahir dari rekam jejak yang panjang saat seseorang mampu menyikapi kekalahan dengan bijak lalu bangkit kembali untuk meneruskan perjuangan politiknya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung