Berita, Nasional

Buang dan Bakar Saja Almamatermu Jika Tak Mau Turun ke Jalan...!!!

Repelita.net

22 October 2026 13:23 WIB • 82 view

Buang dan Bakar Saja Almamatermu Jika Tak Mau Turun ke Jalan...!!!
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Tindakan ekstrem menolak pemakaian jas kampus di tengah momentum evaluasi dua tahun jalannya roda pemerintahan menjadi sorotan utama kalangan aktivis muda.

ADVERTISEMENT

Pernyataan keras tersebut dilontarkan secara terbuka oleh Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya Muhammad Azhar Zidane dalam tayangan siniar eksklusif di kanal YouTube forumkeadilanTV pada hari Kamis 22 Oktober 2026.

Langkah ini sengaja digaungkan guna memicu kesadaran massa sekaligus menggugah kepedulian seluruh elemen pemuda sipil terhadap berbagai rapor merah kebijakan negara.

Kubu mahasiswa menilai arah kebijakan di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini kian menunjukkan penyimpangan ruang demokrasi.

Kondisi tersebut tecermin dari carut-marutnya penegakan supremasi hukum, pemenuhan hak asasi manusia, komitmen kelestarian lingkungan hidup, hingga urusan komersialisasi sektor pendidikan nasional.

Secara objektif perwakilan mahasiswa ini menjabarkan pandangan kritisnya mengenai potret kekuasaan dengan berujar "jelas bahwa 2 tahun rezim ini berjalan rezim ini hampir akan-akan mendekati bagaimana Orde Baru itu dijalankan kita cinta Indonesia tapi kita tidak cinta dengan rezimnya kita tidak cinta dengan pemerintahannya".

Adanya sekat sosial berupa polarisasi ego identitas antar-kampus dituding kerap menjadi batu sandungan bagi mahasiswa untuk melebur secara organik dengan penderitaan masyarakat.

Hal itu yang memicu lahirnya maklumat tegas agar para aktivis melepaskan seragam kebesaran demi membangun kesetaraan gerakan moral kedaulatan rakyat di lapangan.

Dirinya bahkan mendesak seluruh rekan sejawat untuk memusnahkan jas kebanggaan institusi apabila atribut fisik tersebut justru memicu jarak sosial dengan warga kelas bawah.

Ancaman pembakar militansi kaum pergerakan itu disampaikan persis sesuai teks orasi di media sosial dengan berujar "buang dan bakar saja almamatermu jika tak mau turun ke jalan...!!!".

Upaya pembongkaran ego kelompok dinilai mendesak agar perjuangan sipil tidak lagi terjebak pada simbol formalitas yang mengaburkan substansi kritik terhadap penguasa.

Di samping itu draf berisi ribuan poin tuntutan publik yang dihimpun secara kolektif dari berbagai lintas daerah kini sedang memasuki tahap perumusan final.

Gelombang demonstrasi besar-besaran secara terorganisasi dijadwalkan bakal segera meletus serentak tepat pada peringatan historis Hari Sumpah Pemuda mendatang.

Sinergi perlawanan daerah dari Pulau Sumatera, Jawa, hingga Pulau Kalimantan dipastikan ikut merapat demi melancarkan tekanan resistensi nasional yang lebih masif.

Ia memaparkan kesiapan konsolidasi akbar tersebut dengan menegaskan "kita punya rencana untuk melakukan aksi nasional di tanggal 28 teman-teman dari Kalimantan yang merasakan sendiri bagaimana akhirnya kebrengsekan negara dan di momen itu mereka masih bilang bahwa kita masih sanggup untuk mengurus Kalimantan mereka datang ke sini untuk bersolidaritas bersama kita coba nyalakan api-api di daerah masing-masing dengan nanti api-api tersebut kita sangat sepakat bahwa permasalahan kita ini permasalahan nasional".

Gestur kepalan tiga jari atau three fingers kini resmi dipopulerkan sebagai lambang pergerakan baru sipil guna menggeser dominasi simbol sektoral mahasiswa.

Simbol perjuangan universal yang diadopsi dari pop-kultur itu membawa tiga komitmen etis mendasar yang dinilai mewakili kegelisahan masyarakat luas saat ini.

Ketiga landasan nilai perjuangan tersebut mencakup penguatan hak kesetaraan kedudukan warga sipil, solidaritas tanpa batas, serta perlawanan total bagi rezim korup.

Aktivis studi ilmu politik ini menyudahi sesi dialog dengan menguraikan esensi filosofis gerakan kedaulatan rakyat tersebut seraya menyatakan "simbol Trifinger ini ya dari mana idenya simbol tersebut itu menyimbolkan egelite soliderate and resistance serukan Daulat rakyat dan selamatkan Daulat rakyat yang juga resistance berikan perlawanan sekecil-kecilnya perlawanan adalah perlawanan".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung