Berita, Internasional

British Airways Sinyalkan Tarif Naik Imbas Selat Hormuz, Harga Avtur Melonjak

Repelita.net

26 April 2026 20:16 WIB • 941 view

British Airways Sinyalkan Tarif Naik Imbas Selat Hormuz, Harga Avtur Melonjak
Foto: Istimewa

Repelita London - Induk maskapai British Airways yaitu International Airlines Group (IAG) memberikan sinyal bahwa tarif penerbangan berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat akibat lonjakan harga bahan bakar avtur yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dunia .

Tersendatnya lalu lintas kapal tanker di kawasan yang menjadi pusat ketegangan geopolitik tersebut telah mendorong harga minyak global melonjak secara signifikan, yang secara langsung berimbas pada biaya operasional seluruh maskapai penerbangan di dunia .

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resminya, IAG mengakui bahwa pihaknya tidak sepenuhnya kebal terhadap tekanan krisis energi yang berkepanjangan ini meskipun memiliki strategi lindung nilai atau hedging untuk mengantisipasi fluktuasi harga .

Lonjakan harga avtur yang tidak terkendali tetap berpotensi besar untuk dibebankan kepada para penumpang dalam bentuk kenaikan tarif tiket jika krisis di Selat Hormuz tidak segera mereda .

Situasi kritis ini menjadi perhatian serius pemerintah Inggris yang kini memantau ketersediaan bahan bakar secara ketat guna mengantisipasi potensi gangguan yang lebih luas pada sektor penerbangan domestik maupun internasional .

Sebagai langkah mitigasi darurat, regulator penerbangan di Inggris bahkan telah melonggarkan aturan slot di bandara untuk memberikan fleksibilitas bagi maskapai yang terdampak .

Kebijakan ini memungkinkan maskapai untuk membatalkan penerbangan tanpa kehilangan hak slot lepas landas dan pendaratan yang sangat berharga jika terjadi kekurangan pasokan bahan bakar di bandara-bandara utama .

Di sisi lain sejumlah maskapai seperti Jet2 menyatakan bahwa operasional mereka saat ini masih berjalan normal tanpa gangguan berarti dari krisis energi yang melanda kawasan Timur Tengah .

Namun para pelaku industri penerbangan memperingatkan bahwa kondisi stabil ini bisa berubah dalam waktu yang sangat singkat jika konflik di Selat Hormuz terus berlanjut dan memperparah gangguan pasokan minyak global .

Jika krisis berkepanjangan, bukan hanya kenaikan harga tiket yang tidak terhindarkan bagi para penumpang, tetapi juga potensi pembatalan penerbangan secara massal dalam beberapa pekan ke depan .

Situasi ini menjadi sinyal peringatan dini bagi para calon penumpang untuk bersiap menghadapi biaya perjalanan yang lebih mahal, terutama untuk rute-rute penerbangan internasional jarak jauh yang sangat bergantung pada bahan bakar avtur .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung