Berita, Nasional

[BREAKING NEWS] GEGER KPK Bongkar Safe House Bupati Sukoharjo: Simpan Harta Hasil Pemerasan Rp 21,2 Miliar di Solo dan Wonogiri

Repelita.net

16 July 2026 13:59 WIB • 626 view

[BREAKING NEWS] GEGER KPK Bongkar Safe House Bupati Sukoharjo: Simpan Harta Hasil Pemerasan Rp 21,2 Miliar di Solo dan Wonogiri
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kediaman keluarga Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di wilayah Solo dan Wonogiri mendadak menjadi pusat perhatian publik.

Lokasi tersebut diduga kuat difungsikan sebagai tempat penyimpanan harta haram senilai Rp 21,2 miliar hasil praktik pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

Penyelidikan intensif dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca-operasi tangkap tangan terhadap Etik Suryani pada 9 hingga 10 Juli 2026.

Status hukum Etik kini telah ditingkatkan menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah.

Salah satu target penggeledahan petugas adalah kediaman orang tua Etik yang berlokasi di Kampung Jagalan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Bangunan dua lantai dengan dominasi warna merah serta pagar besi hitam di sebuah gang tersebut kini tercatat dalam catatan penyidik.

Seorang warga sekitar membenarkan bahwa properti itu memang milik orang tua dari sang bupati.

"Iya benar di situ rumahnya," kata warga saat memberikan kesaksian mengenai penggeledahan tersebut.

Penduduk lokal mengaku sempat terkejut dengan keramaian petugas di lokasi saat proses penyitaan barang bukti berlangsung.

"Iya lumayan kaget, kondisinya malam ada rame-rame sempat liat terus balik lagi ke rumah. Terus muncul di berita-berita. Ia memang beliau asli sini orangtuanya. Ditempati rayi (adik)-nya," imbuh warga setempat.

Di sisi lain, rumah keluarga Etik di Wonogiri pun tak luput dari bidikan penyidik karena diduga menjadi safe house atau rumah aman bagi aset hasil kejahatan.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik, membeberkan bahwa uang tunai serta emas batangan dalam jumlah besar ditemukan di lokasi-lokasi tersebut.

"Terkonfirmasi betul itu dipakai oleh tersangka sebagai penyimpanan barang bukti di beberapa tempat yang sempat didatangi oleh tim di lapangan. Jadi semacam, ya bisa dikatakan safe house lah," tutur Taufik.

Akses menuju rumah-rumah tersebut dilaporkan sangat ketat dan hanya orang-orang kepercayaan bupati yang memiliki izin untuk masuk.

"Jadi, semacam ya bisa dikatakan safe house lah. Dan itu juga orang-orang kepercayaannya bupati saja yang bisa mengakses ke tempat-tempat itu," tegas Taufik. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung