Repelita [Jakarta] - Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa pengelompokan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak ditentukan hanya dari jumlah penghasilan bulanan.
Penjelasan tersebut muncul setelah sejumlah warga mempersoalkan status mereka yang tercatat berada dalam Desil 9 maupun Desil 10.
ADVERTISEMENT
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menerangkan bahwa desil menggambarkan posisi relatif sebuah keluarga dalam pemeringkatan kondisi sosial ekonominya.
“Angka desil merupakan gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga,” ujar Amalia dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Karena bersifat relatif, keluarga yang berada pada kelompok desil sama belum tentu mempunyai keadaan ekonomi yang identik.
Perbedaan dapat terlihat dari berbagai aspek, termasuk pendapatan, pengeluaran, serta kepemilikan kekayaan masing-masing keluarga.
BPS tidak menetapkan desil dengan menggunakan satu batas nominal pendapatan tertentu.
Proses pemeringkatan dilakukan dengan menggabungkan sejumlah karakteristik yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga.
Keluarga terlebih dahulu disusun berdasarkan tingkat kesejahteraan relatifnya sebelum kemudian dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan.
Setiap kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga dari keseluruhan populasi yang masuk dalam pemeringkatan.
Dalam skema tersebut, Desil 1 menggambarkan posisi relatif dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada posisi relatif tertinggi.
Penentuan posisi itu menggunakan berbagai indikator yang tidak terbatas pada penghasilan.
Aspek yang diperhitungkan mencakup kondisi hunian, sumber air minum, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, kapasitas serta konsumsi listrik, dan komposisi anggota keluarga.
Faktor lain yang turut diperhatikan meliputi pendidikan, pekerjaan, kondisi kesehatan, serta keadaan disabilitas dalam keluarga.
BPS juga menyatakan pemutakhiran DTSEN terus dilakukan agar data yang digunakan dalam pemeringkatan tetap mengikuti kondisi terbaru.
Per 10 Juli 2026, DTSEN versi 3 tahun 2026 tercatat memuat 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.
Dengan mekanisme tersebut, seseorang yang berada pada Desil 9 atau Desil 10 tidak otomatis dapat disimpulkan sebagai keluarga berpenghasilan tinggi.
Status desil lebih tepat dipahami sebagai posisi relatif kesejahteraan berdasarkan gabungan berbagai indikator sosial dan ekonomi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok