Repelita Jakarta - Sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan kembali mengguncang kawasan Iran bagian selatan akibat hantaman proyektil militer asing yang menyasar permukiman warga sipil.
Peristiwa kelam tersebut terjadi ketika sebuah acara hajatan pernikahan yang dilangsungkan di wilayah Sirik mendadak berubah menjadi insiden berdarah yang memakan banyak korban jiwa.
ADVERTISEMENT
Informasi mendalam mengenai detik-detik mengerikan penyerangan itu dibagikan secara luas oleh akun media sosial @nandxnandza pada 2 September 2026.
Postingan pertama dari akun tersebut menampilkan ulasan visual buatan kecerdasan buatan yang menggambarkan suasana perayaan sesaat sebelum hantaman rudal terjadi.
Isi unggahan awal dari akun tersebut dimuat secara utuh tanpa ada pengubahan redaksional sedikit pun sebagai berikut: TERBARU: Iranian media "Explosive Media" merilis video singkat Lego AI yang menggambarkan kejadian acara pernikahan disebuah rumah warga sipil di Sirik, Iran bagian Selatan sebelum dib*m oleh militer AS.
Dalam postingan lanjutan yang dipublikasikan selang beberapa menit kemudian, pengunggah memuat kesaksian langsung dari para korban selamat yang mengalami luka-luka fisik.
Pernyataan memilukan dari para saksi mata serta data resmi korban jiwa dihimpun dari kantor berita lokal dan dibagikan secara transparan kepada publik.
Seluruh kutipan dan rincian korban tersebut dituangkan secara persis tanpa perubahan teks sedikit pun sebagai berikut: TERBARU: “Kami sedang pergi ke sebuah pernikahan... kemudian kami mendengar suara keras.” Salah satu dari 68 orang yang terluka menceritakan detik-detik ketika bom AS jatuh di acara tersebut. “Terdengar sebuah ledakan.” “Begitu kuat... rasanya seperti akan menghantam kepalaku.” 4 orang tewas, termasuk 1 anak; 68 orang terluka, termasuk 50 perempuan dan anak-anak. - Tasnim, PressTV.
Dampak kehancuran dari gempuran udara tersebut merenggut nyawa warga tak berdosa serta mencederai puluhan orang yang mayoritas merupakan perempuan serta anak-anak kecil.
Tragedi pengeboman fasilitas sipil ini menuai gelombang kecaman keras dari berbagai pihak yang menilai tindakan militer tersebut melanggar batas-batas kemanusiaan internasional. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads