Berita, Timur Tengah

Blokade AS di Hormuz Disebut Bisa Bikin Iran Rugi Rp7,46 Triliun per Hari

Repelita.net

16 April 2026 22:39 WIB • 1,117 view

Blokade AS di Hormuz Disebut Bisa Bikin Iran Rugi Rp7,46 Triliun per Hari
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga 435 juta dolar AS atau setara Rp7,46 triliun per hari bagi Iran, menurut laporan Wall Street Journal.

Blokade tersebut yang menurut Presiden AS Donald Trump dimulai pada hari Senin dapat semakin mengganggu aliran minyak, pupuk, makanan, dan barang-barang lainnya sehingga menyebabkan inflasi lebih lanjut di Iran.

ADVERTISEMENT

Para analis menunjukkan bahwa potensi kerugian Iran bergantung pada beberapa faktor yang tidak diketahui, termasuk seberapa kuat blokade AS dan sejauh mana Teheran dapat mengalihkan ekspor minyak melalui terminal Jask di luar perairan Hormuz.

Kerugian jangka pendek kemungkinan akan diimbangi oleh minyak Iran yang sudah berada di perairan karena hingga akhir Maret Iran memiliki sekitar 154 juta barel minyak yang mengapung di luar Teluk yang terkena blokade.

"Blokade pelabuhan Iran oleh AS akan merugikan Iran sekitar 435 juta dolar AS per hari dalam kerugian ekonomi," kata Miad Maleki, mantan pejabat di Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS, kepada WSJ.

Perkiraan kerugian tersebut termasuk sekitar 276 juta dolar AS dalam ekspor yang hilang, terutama minyak mentah dan petrokimia.

Perkiraan Maleki didasarkan pada ekspor minyak Iran sebanyak 1,5 juta barel per hari dengan harga masa perang sekitar 87 dolar AS per barel dan mengasumsikan lebih dari 90 persen minyak tersebut transit melalui Pulau Kharg di dalam Teluk Persia.

Trump mulai memberlakukan blokade setelah pembicaraan untuk memajukan gencatan senjata yang rapuh berakhir tanpa kesepakatan pada akhir pekan lalu.

Iran sebelumnya telah menghentikan hampir semua lalu lintas kapal tanker melalui jalur air utama tersebut, hanya mengizinkan beberapa kapal yang dianggap ramah untuk lewat sambil mengenakan biaya yang cukup besar.

Tujuan blokade AS adalah untuk memaksimalkan tekanan pada Iran dengan mencekik arus kasnya dari perdagangan energi.

Menurut Marc Thiessen, kolumnis dan mantan Direktur Penulisan Pidato Gedung Putih, blokade tersebut pada dasarnya mencapai hal yang sama seperti operasi militer untuk merebut Pulau Kharg yang menjadi jalur transit hampir seluruh minyak Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung