Repelita Jakarta - Insiden kelumpuhan total pada pasokan daya listrik melanda seluruh wilayah dua belas kecamatan yang berada di area Kota Batam.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data yang dihimpun melalui tayangan media visual pada kanal YouTube Tribunnews, kondisi pemadaman meluas ini sudah berlangsung sejak Senin, 12 Oktober 2026 sekira pukul 06.30 WIB.
Masalah padamnya aliran energi ini bahkan ikut berimbas nyata pada operasional masyarakat di kawasan Bintan serta wilayah Tanjungpinang.
Matinya pasokan setrum menyebabkan alat pemberi isyarat lalu lintas di jalan-jalan protokol kota tidak lagi berfungsi secara normal.
Kawasan krusial seperti ruas Jalan Ahmad Yani, area Simpang K-Square, perempatan Simpang Frenki, jalur Simpang Gelael atau Gara, hingga wilayah Simpang Masjid Raja Hamidah menjadi titik terdampak.
Dinas Perhubungan setempat langsung mengambil langkah cepat dengan mengoperasikan perangkat lampu pengatur darurat bertenaga sel baterai untuk mengurai kepadatan arus kendaraan.
Langkah pengamanan jalur juga dibantu oleh pengerahan ratusan anggota kepolisian dari Polresta Barelang demi melakukan skema rekayasa arus lalu lintas di sejumlah persimpangan rawan macet.
Ketiadaan suplai daya yang berlangsung lama memicu hambatan konektivitas internet secara masif sehingga mendorong masyarakat bergerak mencari tempat alternatif.
Pusat perbelanjaan Mega Mall Batam Center seketika dipadati oleh warga dan kelompok mahasiswa yang membawa terminal colokan portabel demi mengisi daya gawai pintar mereka.
Banyak pengunjung terpaksa memanfaatkan lantai selasar mal dekat tiang pemikul bangunan demi mendapatkan akses colokan listrik yang masih aktif menggunakan genset.
Kepada wartawan dari kanal YouTube Tribunnews pada Selasa, 13 Oktober 2026, seorang mahasiswi mengungkapkan alasan utama kelompoknya mendatangi pusat perbelanjaan tersebut.
"Because di kampus kami enggak ada jaringan Kak, dan di rumah kami juga enggak ada jaringan dan enggak bisa nyala gitu Kak," tuturnya.
Perangkat kabel colokan yang dibawa oleh rombongan tersebut diakui merupakan hasil urunan bersama dengan rekan-rekan kuliahnya.
"Iya, ini dari kami teman-teman patungan beli ini," ucap mahasiswi itu menambahkan.
Para pelajar tingkat tinggi ini mengeluhkan kendala pengerjaan tugas akademik yang menuntut pengiriman secara daring di tengah situasi darurat kelistrikan tersebut.
"Harusnya butuh sih Kak, biar kami bisa ancang-ancang prepare gitu kan. Kalau yang mendadak kayak gini kan susah. Kami ngirim tugasnya kan secara online, tapi jaringan kami enggak ada," jelasnya.
Pihaknya menaruh harapan besar agar proses pemulihan daya dapat segera dirampungkan oleh pihak penyedia layanan kelistrikan daerah.
"Semoga cepat hidup ya listriknya, supaya kami bisa ngerjain tugas, banyak deadline yang bentar lagi ada tugas juga. Susah banget, kami butuh jaringan," keluhnya.
Gedung pertokoan modern tersebut sejatinya tetap beroperasi memakai perangkat generator set mandiri, meski fasilitas pemanas ruangan, eskalator, serta lampu toilet padam.
Imbas pemadaman total ini turut merembet ke kompleks perkantoran milik instansi pemerintahan daerah yang membuat pelayanan digital terhenti.
Gedung DPRD Kota Batam terpaksa mengaktifkan mesin genset untuk menyokong kebutuhan listrik operasional, meski durasi pemakaian alat tersebut sangat terbatas.
Masalah serupa dirasakan di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Batam, tepatnya saat agenda pemaparan rencana induk reklame di ruang rapat lantai empat terhambat akibat tegangan tidak stabil.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyatakan bahwa mesin pembangkit darurat di lokasi tidak sanggup mengangkat beban kelistrikan untuk sistem pendingin udara sentral.
Aliran daya sempat berhasil dialihkan kembali ke jaringan utama milik PLN pada pukul 10.45 WIB, namun kembali anjlok sekitar dua puluh menit setelahnya.
Prosedur administrasi pelayanan publik pun terpaksa dialihkan dengan sistem manual, sedangkan sistem pelayanan digital berbasis aplikasi sepenuhnya lumpuh.
Menanggapi kendala besar ini, Humas PLN Batam, Yoga Perdana, mengonfirmasi bahwa penelusuran mendalam mengenai pemicu kerusakan sistem masih terus berjalan.
Proses penormalan gardu dilakukan bertahap, di mana hingga pukul 17.58 WIB aliran daya dilaporkan mulai masuk ke area Batuaji, Sagulung, Tiban, Batam Center, Baloi, Batu Ampar, Nagoya, dan Nongsa.
Pihak manajemen penyedia energi lokal tersebut juga melayangkan selebaran permohonan maaf secara terbuka lewat saluran media sosial resmi mereka.
Di lokasi berbeda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan pasca menghadiri kegiatan internal organisasi pengusaha di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Bahlil Lahadalia mengutarakan bahwa dirinya belum memantau perkembangan situasi di lapangan secara mendetail karena baru saja mendarat di lokasi agenda tersebut.
"Oh hari ini saya coba cek di PLN ya. Nanti saya, pagi-pagi sudah datang di HIPMI ini, belum saya rapat dengan PLN. Nanti habis ini saya rapat sama PLN," kata Bahlil Lahadalia pada Selasa, 13 Oktober 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok