Repelita Teheran - Gerah dengan berbagai ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, seorang pejabat senior Iran mendadak mengeluarkan pernyataan yang membuat dunia terdiam.
Ia mengisyaratkan bakal adanya kejutan besar yang telah disiapkan Iran untuk Amerika Serikat dan Israel di tengah eskalasi perang yang terus memanas.
ADVERTISEMENT
Ancaman mengejutkan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran kini sepenuhnya mengandalkan perang asimetris untuk menguras kekuatan musuh secara perlahan.
Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (6/4/2026), pejabat tinggi Iran itu menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan langkah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
"Kami mempunyai kejutan besar bagi Amerika dan Rezim Zionis, ini hanya memerlukan waktu," bunyi laporan tersebut mengutip pernyataan pejabat Iran.
Pejabat tersebut juga menyebut bahwa seluruh tindakan militer dan strategi yang dilakukan oleh Teheran berjalan sesuai dengan rencana dan daftar target yang telah ditentukan sebelumnya.
Pernyataan ini diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa Iran sedang menyiapkan gebrakan baru menyusul serangan timbal balik yang terus berlangsung di kawasan tersebut.
Pejabat yang sama juga menyebut pernyataan AS tentang kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran sebagai sesuatu yang konyol dan tidak masuk akal.
Menurutnya, strategi militer pemerintah Washington yang mengandalkan pendekatan serangan bersih, cepat, dan mudah telah gagal total di lapangan.
Ia mengklaim bahwa negaranya kini telah belajar banyak dari pengalaman di medan tempur dan mampu beradaptasi dengan baik.
“Kami telah belajar dengan baik bagaimana melemahkan musuh dalam peperangan asimetris,” tegas pejabat tersebut.
Para ahli meyakini bahwa penekanan Iran pada kata kejutan bisa merujuk pada sebuah langkah militer langsung, serangan terhadap infrastruktur kritis, atau operasi yang dilakukan melalui sekutu-sekutu regional mereka.
Pernyataan dari Teheran ini telah diberkati sebagai pertanda akan datangnya gelombang konflik baru di kawasan tersebut, sementara opini publik internasional kini terfokus pada apa gerangan kejutan yang akan dilancarkan oleh Iran.
Sementara itu, intelijen Amerika Serikat mengungkap hal mengejutkan terkait kondisi Iran meskipun negara itu terus dihantam serangan AS dan Israel selama perang berlangsung.
Menurut pejabat AS yang diberi pengarahan tentang intelijen rahasia, Iran dengan cepat memulihkan bunker dan silo rudal bawah tanah setelah terkena serangan.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Iran juga mempertahankan sejumlah besar rudal dan platform peluncuran bergerak, yang melemahkan klaim bahwa kemampuannya telah menurun secara signifikan.
Para pejabat AS mengatakan sekitar 11.000 target telah dihantam di seluruh Iran dalam lima minggu perang.
Berdasarkan tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, sekitar 50 persen peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh dan siap digunakan.
Selain itu, Iran juga dilaporkan masih menyimpan ribuan drone kamikaze yang siap diluncurkan kapan saja.
Salah satu sumber intelijen memperingatkan bahwa kondisi ini tetap sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
“Mereka masih sangat siap untuk menciptakan kekacauan total di seluruh kawasan,” katanya memperingatkan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok