Berita, Nasional

Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Gigin Praginanto Sentil Prabowo Tak Beli Pesawat Damkar Takut Api Cepat Padam?

Repelita.net

01 September 2026 20:00 WIB • 405 view

Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Gigin Praginanto Sentil Prabowo Tak Beli Pesawat Damkar Takut Api Cepat Padam?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Fenomena tumbuhnya bibit kelapa sawit di atas lahan yang baru saja hangus akibat kebakaran kembali menuai perbincangan tajam di tengah masyarakat.

Kritik pedas terhadap kebijakan penanganan bencana alam tersebut dilontarkan secara terbuka oleh seorang pengamat kebijakan publik bernama Gigin Praginanto.

ADVERTISEMENT

Tanggapan menohok mengenai strategi penanggulangan tersebut dibagikan melalui akun X miliknya pada hari Selasa, 1 September 2026.

“Prabowo tak berencana membeli pesawat pemadam kebakaran hutan,” kata Gigin.

Alih-alih mengandalkan armada udara untuk menjinakkan titik api, pemerintah justru memilih pendekatan lain yang dinilai kurang optimal.

“Dia memilih pembangunan sumur bor dan motor trail,” terangnya.

Pernyataan tersebut lantas disertai dengan dugaan spekulatif yang mempertanyakan motif di balik minimnya sarana pemadaman udara modern.

“Apakah karena takut api padam terlalu cepat sehingga lahannya tidak bisa ditanami sawit?” ujarnya.

Sebelum kritikan tersebut mencuat, temuan sejumlah bibit kelapa sawit yang tumbuh secara misterius di kawasan bekas kebakaran telah dilaporkan pada Senin, 31 Agustus 2026.

Keberadaan tanaman komersial di area konservasi yang hangus itu memicu tanda tanya besar lantaran belum ada satu pun pihak yang mengakui kepemilikannya.

Masyarakat setempat mendesak agar aparat berwenang segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik alih fungsi lahan tersebut.

Langkah penegakan hukum yang transparan sangat dibutuhkan guna mencegah praktik perusakan lingkungan secara sengaja demi kepentingan bisnis pihak tertentu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung