Repelita [Jakarta] - Pimpinan anyar Badan Gizi Nasional Sudaryono mengambil langkah drastis dengan mendepak ratusan pegawai dari instansi yang dipimpinnya.
Keputusan pemecatan massal yang menyasar total dua ratus tujuh puluh aparatur dan tenaga pendukung itu diumumkan secara resmi pada awal pekan ini.
ADVERTISEMENT
Sebagian besar dari mereka yang kehilangan pekerjaan merupakan tenaga kontrak profesional serta para ahli non-aparatur sipil negara.
Alasan utama di balik pemutusan kontrak kerja tersebut tidak lain adalah akumulasi tindakan indisipliner yang merusak ritme kerja lembaga.
Sementara itu, sanksi pemecatan terhadap sembilan pegawai berstatus aparatur sipil negara dijatuhkan akibat pelanggaran disiplin tingkat berat.
Secara rinci, ASN yang kami berhentikan disebabkan yang bersangkutan terlibat judi daring, tidak disiplin, dan ada indikasi sedikit demi sedikit menyelewengkan anggaran negara, kata Sudaryono.
Langkah pembersihan internal tersebut sebenarnya telah melalui proses investigasi panjang sebelum akhirnya dieksekusi di bawah kepemimpinan definitif yang baru.
Pimpinan lembaga mengingatkan seluruh staf agar senantiasa menjauhi praktik kotor sebab sistem digital modern kini sangat mudah mendeteksi pergerakan dana.
Selain pemecatan, puluhan aparatur negara lainnya juga segera menghadapi sanksi demosi jabatan serta pemindahan tugas akibat pelanggaran ringan.
Demi menyelamatkan pegawai yang banyak dan baik, kami harus menghukum orang-orang yang mencoreng nama baik pegawai BGN yang selama ini bekerja dengan baik, jelasnya.
Budaya koruptif yang mengakar di dalam institusi diakui menjadi ujian terberat bagi sang mantan wakil menteri saat mulai menakhodai lembaga strategis tersebut.
Oleh sebab itu, pihaknya menyatakan komitmen penuh untuk bersinergi serta membuka pintu seluas-luasnya bagi aparat penegak hukum.
Dugaan rasuah yang melibatkan petinggi terdahulu dipastikan bakal didukung penuh proses pengusutannya dengan menyediakan seluruh data yang diperlukan penyidik.
Kami membuka akses selebar-lebarnya terkait informasi apa pun dalam penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola MBG terhadap orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran, tambahnya.
Di sisi lain, otoritas kejaksaan menyatakan masih menelaah puluhan nama baru yang turut terseret dalam pusaran perkara korupsi tersebut.
Fokus utama penyidik saat ini tetap diarahkan untuk merampungkan pembuktian hukum terhadap para tersangka utama yang sudah tertangkap.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok