Berita, Nasional

Bereskan Korupsi, Kepala Badan Gizi Nasional Larang Tamu dan Tutup Kafe di Kantor

Repelita.net

15 June 2026 17:34 WIB • 872 view

Bereskan Korupsi, Kepala Badan Gizi Nasional Larang Tamu dan Tutup Kafe di Kantor
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik S Deyang, langsung menerapkan aturan sterilisasi di lingkungan kantor lembaga tersebut pasca menggantikan Dadan Hindayana.

Langkah ini diambil setelah menyebutkan skandal korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis yang menjerat para petinggi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Nanik menegaskan bahwa kini membatasi akses tamu di lobi kantor serta fasilitas penutupan kafe yang beroperasi di area gedung.

Di gedung kita, sekarang tidak boleh ada lagi tamu di lobi yang kayak pasar malam.

Steril sekarang sepi.

Dulu sudah kayak transaksional, kayak pasar malam.

Orang yang baru saja masuk ke sini, dapat menunjuk transaksional.

Kafe kita minta tutup.

Dulu ada kafe namanya 'Cafe BGN', kagak boleh itu.

Nanti jadi tempat nggak benar, ujar Nanik dalam tayangan YouTube Total Politik yang diunggah Minggu (14/6/2026).

Selain sterilisasi fisik, ia juga memutus alur pertemuan langsung antara jajaran staf dengan pihak mitra program Makan Bergizi Gratis.

Seluruh komunikasi wajib memastikan diarahkan melalui sistem layanan pelanggan guna adanya pengawasan ketat dari pimpinan.

Kita buat aturan, semua pemimpin termasuk kami di tingkat manapun sampai staf, tidak boleh mencapai mitra.

Bertemu harus melalui layanan pelanggan, apapun masalahnya, sampaikan kepada kami, tegasnya.

Terkait pola kepemimpinan, Nanik menerapkan sistem kolegial yang setara dengan dua wakilnya, yakni Mayjen TNI Purn Trenggono dan Agustina Arumsari.

Setiap keputusan strategi yang diambil pasti harus melalui proses paraf dan persetujuan bersama.

Kepemimpinan kami bertiga ini kolegial (setara).

Tidak ada sebetulnya ketua, gua hanya ketua kelas.

Jadi saya kalau toh tanda tangan sebagai kepala badan, saya harus mendapatkan ibu (Agustina) paraf, Pak Treng nanti paraf.

Aku baru keluarkan, apapun itu, jelasnya.

Nanik juga fokus pada efisiensi anggaran dengan menunda pembukaan dapur baru serta seleksi ulang bagi penerima manfaat.

Pihaknya berencana memprioritaskan anak-anak yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi serta melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur di lapangan.

Sehingga kami akan memeriksa apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak.

Nanti akan kita grading.

Misalnya apakah dapur ini bisa 3.000 (penerima), 2.000 atau 1.000 saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan, kesimpulannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung