Berita, Nasional

BEM Unair Desak Penghentian Program Makan Bergizi Gratis karena Dinilai Bermasalah dan Tidak Efisien

Repelita.net

09 June 2026 16:44 WIB • 784 view

BEM Unair Desak Penghentian Program Makan Bergizi Gratis karena Dinilai Bermasalah dan Tidak Efisien
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga secara resmi menyuarakan desakan agar pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis melalui sebuah petisi daring.

Presiden BEM Unair, Rizqi Senja, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respon kritis atas berbagai persoalan yang dinilai sistemik dalam pelaksanaan program tersebut.

ADVERTISEMENT

Salah satu pemicu utama kegelisahan mahasiswa adalah dinamika internal yang terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional belakangan ini.

Nah, sebetulnya pada dasarnya kemarin itu terjadi gonjang-ganjing di negeri ini.

Pada akhirnya Kepala BGN dicopot dan ada kantor BGN yang digeledah.

Ini sebuah indikasi yang cukup sentral untuk diperhatikan, ujar Rizqi pada Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, serangkaian peristiwa tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tata kelola program unggulan pemerintah ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Itu menjadi indikasi yang cukup sentral untuk pada akhirnya kita bisa menganggap bahwa MBG memang bermasalah, imbuhnya.

Selain isu internal kelembagaan, BEM Unair menyoroti adanya inefisiensi anggaran serta kejanggalan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lapangan.

Banyak sekali implementasi di lapangan yang memang MBG itu tidak sesuai, kemudian ada pembengkakan anggaran, menyerap APBN, dan lain sebagainya.

Pengadaan barang dan jasa juga ternyata banyak sekali yang menjadi sorotan, kata Rizqi memaparkan temuannya.

Mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan penghentian ini bukan berarti menolak pemenuhan nutrisi anak bangsa, melainkan mendesak adanya perubahan fokus kebijakan.

Program tersebut dinilai harus lebih diprioritaskan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang memiliki urgensi kebutuhan lebih tinggi.

Kalau pemerintah ingin betul-betul memperhatikan gizi anak-anak Indonesia, kenapa tidak memfokuskan program itu kepada daerah-daerah 3T dan daerah yang memang memerlukan adanya MBG, tambahnya.

Hingga Senin, 8 Juni 2026, petisi yang diinisiasi BEM Unair ini telah mengumpulkan dukungan sebanyak 25 ribu tanda tangan dari masyarakat luas.

Kampanye tersebut juga menuai perhatian besar di ruang siber dengan jangkauan impresi mencapai 1,7 juta pengguna di Instagram. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung