Berita, Nasional

Bela Program MBG Hingga Abaikan Kesejahteraan Guru, Rocky Gerung Dinilai Bangkrut Pemikiran, Iman: Lu Ngisap Darah Guru!

Repelita.net

13 October 2026 16:08 WIB • 88 view

Bela Program MBG Hingga Abaikan Kesejahteraan Guru, Rocky Gerung Dinilai Bangkrut Pemikiran, Iman: Lu Ngisap Darah Guru!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sikap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung yang memberikan argumentasi terkait implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu gelombang polemik di ruang publik.

Kritik tajam terlontar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, yang menilai narasi pembelaan terhadap program gizi tersebut mengesampingkan realitas kelayakan hidup para tenaga pendidik.

ADVERTISEMENT

Perdebatan ini berawal saat Rocky menyoroti urgensi asupan gizi murid demi menyokong efektivitas proses pembelajaran di ruang kelas.

Dalam pandangannya, pembenahan taraf hidup guru tidak secara otomatis mendongkrak mutu pendidikan apabila para peserta didik masih mengalami ketimpangan asupan nutrisi dasar.

Pernyataan tersebut langsung mendapat balasan keras dari Iman Zanatul Haeri yang disampaikan melalui ruang digital pada Senin, 12 Oktober 2026.

Melalui saluran YouTube Tribunnews yang dipublikasikan pada Senin, 12 Oktober 2026, Iman menyindir keras langkah akademisi tersebut dalam merespons isu pendidikan nasional.

“Rocky Gerung menyerang guru demi membela MBG,” sindir Iman Zanatul.

Melihat perbandingan yang dibangun oleh Rocky, Iman menilai kerangka berpikir figur publik tersebut telah mengalami kemunduran substansial dalam membedah akar persoalan.

Ia secara tegas menyatakan bahwa Rocky Gerung telah "bangkrut secara pemikiran".

Dalam narasi kritiknya pada Senin, 12 Oktober 2026, Iman menegaskan bahwa dorongan pemenuhan nutrisi anak didik semestinya tidak menggeser perhatian publik dari persoalan mendasar yang menghimpit kesejahteraan para guru.

Ia juga menyoroti ironi nasib sejumlah pengajar di daerah yang harus bertahan tanpa menerima hak tunjangan atau gaji selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Iman mempertanyakan batasan beban yang terus ditumpukkan kepada para pendidik di tengah keterbatasan finansial yang mereka hadapi.

“Kalau gurunya tidak punya gaji berbulan-bulan? Yang bisa diambil tinggal darahnya aja. Berarti lu ngisap darah guru, Rock,” kata Iman.

Kritik keras ini merespons paparan Rocky yang sebelumnya berfokus pada pentingnya intervensi gizi anak sebagai fondasi utama pendukung efektivitas belajar mengajar di sekolah.

Polemik ini memperlihatkan benturan perspektif antara pemenuhan gizi peserta didik sebagai penunjang belajar dan jaminan kesejahteraan guru sebagai pilar utama keberlangsungan sistem pendidikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung