Berita, Timur Tengah

Bela Lebanon, Iran Luncurkan Serangan ke-100 Terhadap Israel usai Gencatan Senjata Dilanggar

Repelita.net

10 April 2026 17:47 WIB • 1,052 view

Bela Lebanon, Iran Luncurkan Serangan ke-100 Terhadap Israel usai Gencatan Senjata Dilanggar
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Dalam rangka membela Lebanon yang diserang Israel, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang serangan ke-100 terhadap Israel pada Rabu (8/4/2026).

Serangan ini dilancarkan sebagai respons langsung atas agresi militer Israel ke wilayah Lebanon yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

Selain sebagai aksi balasan membela sekutunya di Lebanon, serangan ini juga untuk mengenang mantan pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah.

Iran mengklaim telah menyerang lebih dari 25 target strategis musuh yang tersebar di berbagai lokasi.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu melalui mediasi Pakistan.

Dalam kesepakatan itu, Republik Islam Iran menyodorkan sepuluh syarat, di antaranya penghentian agresi militer termasuk ke wilayah Lebanon.

Namun selang beberapa jam setelah kesepakatan tersebut diumumkan, rentetan serangan udara Israel ke Beirut memicu kebakaran besar di ibu kota Lebanon.

Israel dengan tegas menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang telah ditandatangani tidak mencakup wilayah Lebanon.

Sejak pecahnya perang antara Israel dan Hizbullah pada 2 Maret 2026, lebih dari 1.500 orang tewas dan satu juta orang terpaksa mengungsi.

Media Turkiye Anadolu Agency melaporkan salah satu serangan Israel mengenai sebuah restoran di kawasan Almazra di jantung Kota Beirut.

Di sisi lain, Gedung Putih mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka serta menegaskan komitmen untuk menjaga proses perdamaian.

Juru Bicara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan gencatan senjata dengan Iran bersifat rapuh dan berisiko tinggi gagal.

Sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai rencana perundingan tidak masuk akal karena Washington melanggar tiga dari sepuluh syarat.

Meskipun menyetujui gencatan senjata, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perang.

"Ini bukan akhir dari perang. Seluruh cabang militer harus mengikuti perintah dan menghentikan tembakan, tetapi kewaspadaan tetap yang utama," tegas Khamenei.

"Tangan kami tetap berada di atas pelatuk. Jika musuh melakukan kesalahan sedikit saja, mereka akan menghadapi kekuatan penuh kami," tulis pernyataan resmi IRGC.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung