Berita, Nasional

Bawa poster, salibkan Prabowo, massa di Mimika unjuk rasa buntut pembunuhan dua pelajar

Repelita.net

01 September 2026 14:12 WIB • 464 view

Bawa poster, salibkan Prabowo, massa di Mimika unjuk rasa buntut pembunuhan dua pelajar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Puluhan mahasiswa bersama aliansi masyarakat dari paguyuban keluarga besar wilayah pedunungan tengah mendatangi gedung dewan perwakilan rakyat daerah setempat guna menyampaikan aspirasi keras pada awal pekan ini.

Aksi unjuk rasa tersebut meledak sebagai reaksi spontan menyusul insiden tragis berupa pembunuhan keji yang merenggut nyawa dua orang pelajar di kawasan timika sehari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Temuan jasad kedua korban bernisial ng dan tk sebelumnya menggegerkan warga sekitar ketika ditemukan terbujur kaku di dalam area sebuah bengkel kawasan distrik kuala kencana.

Peristiwa berdarah itu disinyalir kuat berkaitan erat dengan pusaran ketegangan antarkelompok berkepanjangan di kawasan kwamki narama yang tak kunjung menemukan solusi damai permanen hingga detik ini.

Massa pengunjuk rasa secara tegas menuntut kehadiran kepala daerah serta pimpinan dewan untuk turun langsung menemui rakyat dan mendengarkan tuntutan keadilan secara terbuka.

"Kami desak Bupati Mimika hadir. Kami anggap bupati tidak bisa menyelesaikan konflik di Kabupaten Mimika," teriak fransiska pinimet selaku perwakilan aksi dalam orasinya.

Situasi keamanan di wilayah timika dinilai sudah berada di luar kendali aparat penegak hukum maupun jajaran birokrasi pemerintah kabupaten akibat lemahnya langkah antisipasi pencegahan.

"Keluarga kami dibunuh terus tetapi pemerintah dan aparat keamanan tidak melakukan tindakan tegas," ucapnya menyuarakan kemarahan warga atas lambannya penanganan konflik berseri.

Kebijakan hukum formal serta aturan perundang-undangan yang berlaku dituding hanya membawa dampak kerusakan lingkungan alam tanah papua tanpa memberikan perlindungan jiwa bagi penduduk lokal.

Gelombang pengungsian warga terus terjadi di berbagai sudut daerah sementara bentrokan horizontal semakin meluas sehingga memicu lonjakan kasus pelanggaran hak asasi manusia secara masif.

"Bupati sudah tidak mampu menyelesaikan konflik di Mimika. Kami hanya minta keadilan," tuturnya menegaskan tuntutan agar pemangku kekuasaan segera bertanggung jawab penuh.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung