Berita, Nasional

BARA JP: Jangan Terprovokasi Isu Dasco dan Jokowi, Retaknya Hubungan Jokowi-Prabowo Dinilai Hoaks

Repelita.net

16 June 2026 00:12 WIB • 1,037 view

BARA JP: Jangan Terprovokasi Isu Dasco dan Jokowi, Retaknya Hubungan Jokowi-Prabowo Dinilai Hoaks
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Umum BARA JP, Willem Frans Ansanay, mengimbau masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan beragam polemik politik yang beredar belakangan ini.

Pernyataan tersebut merespons spekulasi luas di media sosial terkait pernyataan yang menyeret Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta isu ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Frans mengaku menerima banyak pertanyaan dari kader BARA JP di daerah yang menginginkan klarifikasi objektif mengenai informasi tersebut.

“Saya melihat mayoritas kader hanya meminta kejelasan dan klarifikasi. Mereka tidak serta-merta menyalahkan siapa pun. Ini menunjukkan masyarakat masih ingin mendapatkan informasi yang utuh dan objektif,” kata Frans, Minggu (14/6/2026).

Ia mencurigai adanya pihak-pihak yang secara sengaja menyebarkan narasi untuk memicu kesan perpecahan antara Joko Widodo, Presiden Prabowo Subianto, dan Sufmi Dasco Ahmad.

Menurutnya, informasi yang beredar di platform digital saat ini sangat rentan direkayasa atau diedit demi kepentingan pihak tertentu.

“Di era digital dan kecerdasan buatan seperti sekarang, informasi dapat dipotong, diedit, bahkan direkayasa sehingga terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak menyikapi informasi yang viral,” ujarnya.

Frans juga menepis anggapan bahwa hubungan antara Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto sedang mengalami kerenggangan akibat berbagai isu viral.

Ia menegaskan bahwa fondasi relasi kedua tokoh tersebut telah terbangun kuat melalui sejarah politik yang panjang dan rasionalitas yang terjaga.

“Kalau hanya karena isu viral lalu disimpulkan hubungan Jokowi dan Prabowo renggang, menurut saya itu terlalu jauh. Pak Prabowo adalah sosok yang rasional dan mampu melihat persoalan secara objektif,” tegasnya.

Terkait polemik absennya Joko Widodo pada perayaan Hari Lahir Pancasila, Frans meminta publik tidak perlu menarik persoalan administratif tersebut ke ranah konflik politik.

Ia merujuk pada penjelasan pihak sekretariat bahwa undangan acara tersebut memang tidak pernah sampai ke tangan mantan presiden tersebut.

“Bisa saja terjadi persoalan administratif dalam distribusi undangan. Tidak semua hal harus ditarik ke ranah konflik politik,” katanya.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa BARA JP akan tetap teguh dalam garis dukungan kepada Joko Widodo serta pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kami belajar dari Pak Jokowi. Sikap kami jelas, tetap tenang, mengamati situasi, dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Posisi BARA JP tetap bersama Pak Jokowi dan bersama pemerintahan Prabowo-Gibran,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung